Tematik

copyright by @ LDM - PM UMS. Theme images by kelvinjay. Powered by Blogger.

Aqidah

Shiroh

Fiqih

Keorganisasian

Kajian Rutin

Kesehatan

» » Perhiasan seorang penuntut ilmu

Perhiasan seorang penuntut ilmu
بِسمِ اللَّهِ الرَّحمٰنِ الرَّحيمِ

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 
Saudara-saudara yang di rahmati Allah Jalla Jalaluh.
Alhamdulilah kita di beri kesempatan untuk melanjutkan materi berikutnya, sebelum antum membaca lanjutan ini di harapkan membaca bagian 1 sebelumnya. terima kasih.
Kita akan mengkaji tentang pembahasan perhiasan seorang penuntut ilmu, pentingnya seorang penuntut ilmu harus mempunyai Adab yaitu Adab qur'ani dan Adab nabawi, maka dari itu mari kita dengung-dengungkan kembali pada adab qur'ani dan nabawi, sering kita dengar kesuksesan generasi para sahabat, tabi'in dll bukan karena teknologi yang canggih, karena pada zaman beliau belum ada teknologi canggih di masanya, mereka juga bukan sukses karena kehebatan ekonomi mereke? tidak, karena kaum muslimin pada saat itu masih lemah sistem ekonominya. Tetapi, kaum muslimin pada saat itu hebat, kuat, istimewa, selalu menang pada saat darurat karena kekuatan dan sokongan yang ada pada diri mereka bertaat pribadi yang lurus dan bertaat pada qur'ani dan nabawi dalam kehidupan mereka. Maka dari itu kita sebagai penuntu ilmu juga perlu memiliki adab-adab seperti itu.
Saudara-saudara kaum muslimin yang dirahmati Allah
Kita masuk hal yang pertama yaitu adab-adab seorang penuntut ilmu terhadap dirinya sendiri,
Yang pertama yaitu ilmu yang mereka pelajari adalah ibadah kepada Allah jalla jalaluh, jika para ulama mengatakan bahwa "ilmu merupakan sholat yang rahasia dan juga ibadahnya hati" maka sebut saja orang yang menuntut ilmu murupakan orang yang sedang beribadah. Dan tentu harus kita pahami bahwasanya ibadah tentunya mempunyai 2 syarat yang pertama ikhlas karena Allah, dan yang kedua betul-betul mencontoh kepada rasulullah dengan petunjuk petunjuknya. dan tambahan lagi bahwasanya ibadah itu tidak boleh dikerjakan setengah-setengah, main-main, apalagi coba-coba. contohnya sholat main-main atau coba-coba, di terima gak solatnuya? tidak. kayak seperti orang yang menuntut ilmu, menuntut ilmu itu merupakan ibadah, maka orang yang menuntut ilmu nggak boleh setengah-setengah, main-main apalagi coba-coba.
Bahwa menuntut ilmu itu ibadah, maka ibadah harus disesuaikan. Ibadah itu kepada Allah jalla jalaluh, maka saudara-saudara mencintai Allah jalla jalaluh, ilmu tidak dapat menyandinginya jika seorang dapat mengambilnya niat dengan karena ikhlas karena Allah Jalla Jalaluh, orang yang ikhlas dalam menuntut ilmu niatnya adalah ia menginginkan untuk mengangkat kebodohan dalam dirinya dan yang kedua dia berniat untuk mengangkat kebodohan itu untuk orang lain.
Banyak orang saat ini pintar dalam ilmu dunia tetapi sedikit dalam ilmu agama, tidak tahu seluk beluk ilmu agama tetapi ilmu-ilmu agama yang termasuk fardlu 'ain yang setiap umat muslim tidak boleh luput dalam memahami, menguasai ilmu tersebut. terutama ilmu tauhid, tidak boleh seorang muslim merasa dirinya sudah cukup bertauhid mengucapkan Asyhadu alla ilaaha illallah
Wa asyhadu anna Muhammadar Rasulullah, kenapa dikatakan tidak cukup? ketika ia tidak memahami kedua makna ini maka dia akan mengartikan sekali ketuk pada kesalahan didalam memahami tauhid.
Demikian yang bisa kami sampaikan.kami mohon maaf atas kekhilafan kami jika ada kebenaran datangnya dari Allah dan jika ada kesalahan datangnya dari saya pribadi. semoga bermanfaat dan tunggu sesi berikutnya. syukron jazakallah khoir.

Like dan koment dibawah ini.
 Salurkan bantuan donasi teman-teman dan saudara-saudara untuk membantu saudara-saudara kita yang terkena musibah melalui kami LDM-PM UMS, cp : 082242710621 (Ikhwan) 085647380707 (Akhwat).

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Leave a Reply