Bagaimana Jika HARI
RAYA IDUL FITRI/ADHA Bertepatan HARI JUM’AT
Apabila hari raya bertepatan
dengan hari jum’at, gugurlah kewajiban shalat jum’at bagi orang yang telah
mengerjakan shalat hari raya, berdasarkan hadits dibawah :
Telah meriwayatkan Abu Daud
(1070), An-Nasa’i (3/194), Ibnu Majah (1310), Ibnu Khuzaimah (1461), Ad-Darimi
(1620) da Ahmad (4/372) dari Iyas bin Abi Ramlah Asy-Syami ia
berkata. “Aku menyaksikan Mua’wiyah bin Abi Sufyan bertanya kepada Zaid
bin Arqam, ia berkata :
أَشَهِدْتَ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ
-صلى الله عليه وسلم- عِيدَيْنِ اجْتَمَعَا فِى يَوْمٍ قَالَ نَعَمْ. قَالَ
فَكَيْفَ صَنَعَ قَالَ صَلَّى الْعِيدَ ثُمَّ رَخَّصَ فِى الْجُمُعَةِ فَقَالَ «
مَنْ شَاءَ أَنْ يُصَلِّىَ فَلْيُصَلِّ ».
“Apakah engkau pernah menyaksikan
bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertemunya dua hari raya pada
satu hari ?” Zaid berkata : “Ya” Mu’awiyah berkata : “Lalu apa yang
beliau lakukan ?” Zaid menjawab : “beliau shalat Id kemudian memberi
keringanan (rukhshah) untuk shalat Jum’at, beliau bersabda : “Siapa yang
ingin shalat maka shalatlah” (Imam Ali Ibnul Madini menshahihkan hadits ini
sebagaimana dalam “At-Talkhisul Habir” 2/94).
Abu Hurairah r.a juga
meriwayatkan bahwa Nabi Bersabda,
قد اجتمع في يومكم هذا عيدان، فمن شاء أجزأه من الجمعة، وإنا
مجمعون
“Pada hari ini
terkumpul dua hari raya (jumat dan id). Siapa yang ingin shalat hari raya,
boleh baginya untuk tidak jumatan. Namun kami tetap melaksanakan jumatan.” (HR. Abu Daud, Ibn
Majah, Ibnul Jarud, Baihaqi, dan Hakim).
Dianjurkan bagi imam masjid agar tetap mendirikan shalat Jum’at
supaya orang yang ingin menghadiri shalat Jum’at atau yang tidak shalat ‘ied
bisa menghadirinya. Dalil dari hal ini adalah anjuran untuk membaca surat Al
A’laa dan Al Ghosiyah jika hari ‘ied bertemu dengan hari Jum’at pada shalat
‘ied dan shalat Jum’at. Dari An Nu’man bin Basyir, Nabi shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda,
كَانَ
رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقْرَأُ فِى الْعِيدَيْنِ وَفِى
الْجُمُعَةِ بِ (سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الأَعْلَى) وَ (هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ
الْغَاشِيَةِ) قَالَ وَإِذَا اجْتَمَعَ الْعِيدُ وَالْجُمُعَةُ فِى يَوْمٍ وَاحِدٍ
يَقْرَأُ بِهِمَا أَيْضًا فِى الصَّلاَتَيْنِ.
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa membaca dalam dua ‘ied dan dalam
shalat Jum’at “sabbihisma robbikal a’la” dan “hal ataka haditsul ghosiyah”.”
An-Nu’man bin Basyir mengatakan begitu pula ketika hari ‘ied bertepatan dengan
hari Jum’at, beliau membaca kedua surat tersebut di masing-masing shalat. (HR.
Muslim no. 878)
Hadits ini juga menunjukkan
dianjurkannya membaca surat Al-A’laa dan Al-Ghasiyah ketika hari ‘ied
bertetapan dengan hari Jum’at dan dibaca di masing-masing shalat (shalat ‘ied
dan shalat Jum’at).
Siapa saja yang tidak menghadiri shalat Jum’at
dan telah menghadiri shalat ‘ied, maka wajib baginya untuk mengerjakan shalat
Zhuhur sebagaimana dijelaskan pada hadits yang sifatnya umum. Hadits tersebut
menjelaskan bahwa bagi yang tidak menghadiri shalat Jum’at, maka sebagai
gantinya, ia menunaikan shalat Zhuhur (4 raka’at). (Lihat Fatwa Al-Lajnah Ad-Da’imah li Al-Buhuts Al-‘Ilmiyyah wa Al-Ifta’, 8: 182-183,
pertanyaan kelima dari Fatwa no. 2358, Mawqi’ Al-Ifta’).
Wallahu a'lam bish-shawabi
Syukron semoga bermanfaat
Sumber
:bukufikihsunnahmuhammadsayyidsabiq


No comments: