~Umar bin Khattab~
Umar radhiyallahu anhu dilahirkan sesudah tahun gajah, selisih tiga belas tahun. Tatkala Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wassalam diutus, usia Umar mencapai dua puluh tujuh tahun, kemudian ia masuk Islam setelah enam tahun dari diutusnya Nabi shallallahu alaihi wassalam. Ia diangkat menjadi khalifah pada usia 52th dan menjabat khalifah selama sepuluh tahun. Saat meninggal usianya hampir sama dengan usia Nabi shallallahu 'alaihi wassalam ketika wafat. Ia dikubur didekat makam Nabi shallallahu alaihi wassalam dan makam Abu Bakar Ash-Shidiq.
Ayahnya hidup dan meninggal tanpa ada seorang pun yang mengisahkan. Sebab ayahnya tidak termasuk dari orang-orang yang memiliki kekuasaan. Ibunya bernama Hantamah binti Hasyim dari Bani Makhzum. Diantara kerabatnya yang paling menonjol ialah Al-Walid bin Mughirah, ayah Khalid bin Walid dan 'Amru bin Hisyam bin Abu Jahal. Umar bin Khattab memiliki tiga julukan diantaranya Abu Hafsh, Al-Faruq dan Amirul Mukminin. Umar bin Khattab diberi julukan Abu Hafsh karena dinisbatkan kepada putrinya yaitu Nafsah Ummul Mukminin, sedangkan julukan Al-Faruq yaitu pda hari pertama ia memeluk Islam. Beliau berkata " Engkau adalah Al-Faruq (Pembeda) karena Allah membedakan antara kebenaran dan kebathilan dengan perantara dirimu."
Ciri-ciri Umar bin Khattab ialah berperawakan tinggi sekali. Apabila melihatnya berjalan, akan mengira sedang naik kendaraan. Lengannya berotot dan keras, badannya gemuk, wajahnya tampan, kepalaya botak.gaya jalannya sangat cepat. Dia seorang yang kidal, namun suaranya lantang.
Semasa jahiliyah, Umar memiliki seorang budak wanita yang masuk Islam, ia sering memukulinya dengan keras hingga letih. Serta Umar pernah menjadi tentara yang memerangi Islam, menghalang - halanginya dan menjauhkan manusia dari Muhammad shallallahu 'alaihi wassalam. Betapa keras hatinya Umar sebelum masuk Islam, hingga kaum muslimin pun merasa takut dan menjauhinya. Akan tetapi dakwah nabi shallallahu alaihi wassalam mulai memberi pengaruh kedalam hatinya dan lenyaplah segala keraguan sesudah ia mendengarkan bacaan Al-Quran yang dibacakan oleh Nabi shallallahu alaihi wassalam dengan surat Al-Haqqah, syair katanya Umar. Dan nabi shallallahu alaihi wassalam membaca Al-Haqqah : 41, dijawab oleh Umar Seorang tukang tenun katanya, Nabi Shallallahu alaihi wassalam membacakan Al-Haqqah : 41-42. Memdengar bacaan tersebut, Islam mulai merasuhi hatinya, dan mulailah pergolakan kenemaran dan kebathilan didalam dirinya.
Al kisah melihat jumlah kaum muslimin semakin bertambah, umar pun ingin berniat ingin membunuh Nabi shallallahu alaihi wassalam dengan pedangnya. Namun sahabat rasul shallallahu alaihi wassalam melihantnya dan menghalanginya dengan mengatakan bahwa saudari Umar sendiri telah masuk Islam. Dengan mengetahui hal itu kemarahan Umar bin Khattab pun mulai memuncak. Lalu ia pergi menuju rumah saudarinya, dan dan didapati Khabab bin Al-Arat mengajarkan Alquran pada Sa'id bin Zaid dan istrinya Fatimah binti Khattab. Dan dicengkeramlah Sa'id bin Zaid dan dikatakan bahwa ia telah keluarh dari agamanya dan memilih agama Muhammad. Dengan kejadian itu keluarlah Fatimah dengan membawa mushaf dan Umar pun ingin memintanya namu dikatakan oleh Fatimah bahwa ia masih najis dan diperintahkan untuk mandi. Dengan hal ini umar melihat darah yang mengalir diwajah fatimah karena ditempeleng Umar saat membela suaminya pun akhirnya mandi dan diberikannya Fatimah Mushaf kemudian membaca quran surat Thaha ayat 1-8. Dengan bacaan itu Umar ingin bertemu Muhammad shallallahu alaihi wassalam dan ingin menjadi Islam. Dirumah Al-Arqam bin Abi Arqam.
Setelah masuk Islam Umar bin Khattab adalah sahabat rasul yang terang terangan berhijrah. dan Umar memiliki sahabatl dengan sebutan Iyasy bin Abi Rabi'ah
Keduanya hijrah bersama. Ia termasuk dalam keluarga yang kaya dimekah.
Dalam perang Badar, Umar bin khattab berjalan diantara barisan barisan seraya mencari kerabatnya dari kaum musyrikin untuk dibunuh salah satunya ialah Al-Ash bin Hisyam. Umar pun ikut serta dalam perang Badar dan perang Uhud.
Umar pun mencintai Rasullullah shallallahu 'alaihi wassalam melebihi orang tuanya dan keluarganya serta harta bendanya dan dirinya sendiri. Umar bin Khattab ialah Khalifah kedua setelah Abu Bakar wafat, dan dalam musyawarah yang dilakukan sebelun Abu Bakar wafat.
Banyak sikat Umar bin Khattab yang layak jadi panutan ialah wara', tawadhu dan kezuhudannya dan perhatiannya terhadap urusan umat muslim.



No comments: