Tematik

copyright by @ LDM - PM UMS. Theme images by kelvinjay. Powered by Blogger.

Aqidah

Shiroh

Fiqih

Keorganisasian

Kajian Rutin

Kesehatan

» » » » » » » » » » Memaknai Kebaikan dan Kasih Sayang yang Sesungguhnya



Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

Bagaimana kabar Ikhwah fillah?
Semoga kita senantiasa dirahmati Allah Subhanu wa Ta’ala dan selalu berada dalam perlindungan-Nya. 

Pada kesempatan kali ini,kita akan membahas tekait "Memaknai Kebaikan dan Kasih Sayang yang Sesungguhnya."

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إِنَّمَا يَرْحَمُ اللهُ مِنْ عِبَادِهِ الرُّحَمَاءَ

Sesungguhnya Allah hanya menyayangi hamba-hambaNya yang penyayang (HR At-Thobrooni dalam al-Mu’jam al-Kabiir, dan dihasankan oleh Syaikh Albani dalam shahih Al-Jaami’ no 2377)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda :
 
الرَّاحِمُوْنَ يَرْحَمُهُمُ الرَّحْمَانُ، اِرْحَمُوا مَنْ فِي الأَرْضِ يَرْحَمْكُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ

“Para pengasih dan penyayang dikasihi dan di sayang oleh Ar-Rahmaan (Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang-pen), rahmatilah yang ada di bumi niscaya kalian akan dirahmati oleh Dzat yagn ada di langit” (HR Abu Dawud no 4941 dan At-Thirmidzi no 1924 dan dishahihkan oleh Syaikh Albani dalam as-Shahihah no 925)

Kata dalam مَنْ sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah isim maushuul, yang dalam kadiah ilmu ushuul fiqh memberikan faedah keumuman. Oleh karenanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak hanya memerintahkan kita untuk merahmati orang yang sholeh saja, bahkan Nabi memerintahkan kita untuk merahmati seluruh manusia dan bukan hanya manusia bahkan hewan-hewanpun termasuk di dalamnya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman dalam surah Al-Furqan ayat 68:

وَالَّذِيْنَ لَا يَدْعُوْنَ مَعَ اللّٰهِ اِلٰهًا اٰخَرَ وَلَا يَقْتُلُوْنَ النَّفْسَ الَّتِيْ حَرَّمَ اللّٰهُ اِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُوْنَۚ وَمَنْ يَّفْعَلْ ذٰلِكَ يَلْقَ اَثَامًا ۙ

Yang artinya: dan orang-orang yang tidak mempersekutukan Allah dengan sembahan lain dan tidak membunuh orang yang diharamkan Allah kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina; dan barangsiapa melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat hukuman yang berat,

Pada ayat ini, Allah menerangkan lagi sifat-sifat hamba Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang yaitu dia tidak menyembah selain Allah, dan tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Bila dia beribadah, maka ibadahnya hanya semata-mata karena Allah, dan bila berbuat kebajikan, perbuatannya itu karena Allah bukan karena dia atau ingin dipuji orang. Bila dia berdoa,doanya langsung dipanjatkan ke hadirat Allah tidak melalui perantara. Dia yakin sepenuhnya bahwa yang sanggup mengabulkan doanya hanya Allah semata.

Mereka tidak melakukan pembunuhan kepada siapapun karena menyadari bahwa jiwa seseorang menjadi hak atas dirinya. Seseorang tidak boleh dibunuh kecuali dengan hak yang telah ditetapkan oleh Allah. Mereka tidak akan melakukan zina karena menyadari bahwa zina itu termasuk dosa yang besar, suatu perbuatan yang terkutuk dan dimurkai Allah.

Dengan menjauhi pembunuhan tanpa hak, akan bersihlah dirinya dari perbuatan zalim dan bersihlah masyarakat dari kekacauan. Hak setiap warga masyarakat akan terpelihara dengan baik sehingga mereka benar-benar dapat menikmati keamanan ketentraman.

Dalam sebuah hadist Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dijelaskan

'Abdullah bin Mas'ud berkata, "Aku bertanya kepada Rasulullah, 'Dosa apakah yang paling besar? Rasulullah menjawab, 'Engkau menjadikan tandingan bagi Allah padahal Dia yang menciptakan kamu. Aku bertanya pula, 'Dosa apakah lagi? Rasulullah menjawab, 'Dosa membunuh anakmu karena takut (miskin) karena dia akan makan bersamamu. Kemudian aku bertanya lagi, 'Dosa apakah lagi? Rasulullah menjawab, 'Dosa berzina dengan istri tetanggamu. Allah menurunkan ayat ini untuk membenarkan sabda Nabi Muhammad." (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)


Rahmat Allah mengalahkan murka-Nya

Sungguh rahmat Allah begitu luas. Ini merupakan kabar gembira bagi hamba yang penuh dosa agar tidak berputus asa dari rahmat Allah. Jadi jangan berputus asa dan segeralah bertaubat.

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ « لَمَّا خَلَقَ اللَّهُ الْخَلْقَ كَتَبَ فِى كِتَابِهِ – هُوَ يَكْتُبُ عَلَى نَفْسِهِ ، وَهْوَ وَضْعٌ عِنْدَهُ عَلَى الْعَرْشِ – إِنَّ رَحْمَتِى تَغْلِبُ غَضَبِى

» Dari Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia berkata, “Tatkala Allah menciptakan makhluk-Nya, Dia menulis dalam kitab-Nya, yang kitab itu terletak di sisi-Nya di atas ‘Arsy, “Sesungguhnys rahmat-Ku lebih mengalahkan kemurkaan-Ku” (HR. Bukhari no. 7404 dan Muslim no. 2751)

Rahmat Allah mengalahkan murka-Nya dibuktikan dengan nama Allah Al ‘Afwu (Maha Pemaaf), Al Ghofur (Maha Pengampun), At Tawwab (Maha Penerima Taubat) di mana Allah begitu pemaaf, begitu mengampuni dosa-dosa hamba dan menerima taubat mereka.


Sumber:
1. https://muslim.or.id/5757-menebar-kasih-sayang.html
2. https://rumaysho.com/2538-faedah-tauhid-4-rahmat-allah-mendahului-murka-nya.html
3. https://tafsiralquran.id/tafsir-surah-al-furqan-ayat-68-69/
4. https://muslim.or.id/40007-kaidah-dosa-besar-dan-dosa-kecil.html







«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Leave a Reply