Tematik

copyright by @ LDM - PM UMS. Theme images by kelvinjay. Powered by Blogger.

Aqidah

Shiroh

Fiqih

Keorganisasian

Kajian Rutin

Kesehatan

» » “Meneladani Semangat Para Ulama dalam Menuntut Ilmu”


-Notulensi Kajian “Meneladani Semangat Para Ulama dalam Menuntut Ilmu”-
Pemateri: Ustadz Mohammad Alif, Lc
(Sabtu 2 Maret 2019, Masjid Sudalmiyah Rais)


Sesungguhnya tempat dimuka bumi yang paling dicintai Allah adalah masjid, dan yang paling Allah benci adalah pasar-pasarnya. Ketenangan akan hadir bila hati kita tertaut dengan masjid, rumah- rumah Allah.

Bersyukurlah kepada Allah tentang kenikmatan yang kita dapatkan saat ini, berbagai fasilitas yang telah kita rasakan, kendaraan dengan mudah kita gunakan, informasi bisa dengan cepat kita akses, bila tidak memiliki kitab-kitab yang tebal berjilid-jilid pun saat ini sudah sangat mudah mendapatkannya lewat pdf.

Maka selayaknya kita sebagai penuntut ilmu sejati melaksanakan langkah- langkah, diantaranya:
  1. Mengetahui tauhid yang benar, karena tauhid sebagai point utama dalam kelurusan menuntut ilmu.
  2. Senantiasa bersemangat untuk belajar, karena sejatinya kita ini adalah orang yang jahil. Dari Imam Ahmad rahimahullah, pernah beliau berkata “Menuntut ilmu adalah salah satu amalan yang lebih baik dari melaksanakan shalat-shalat sunnah”
  3. Menuntut ilmu untuk meniti jejak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Rasulullah belajar dengan Jibril, bahkan beliau diperintahkan untuk berdo’a “ Ya Allah, tambahkanlah ilmu kepadaku” (QS. Thaaha: 114). Beliau juga memerintah ummatnya untuk berdo’a di pagi hari “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizqi yang halal dan amalan yang diterima” (HR. Ibnu Majah no. 925)
  4. Dari A’isyah radhiallahu anha berkata “ sesungguhnya sebaik-baik wanita adalah wanita dari kalangan kaum Anshar, karena rasa malu nya tidak menghalanginya untuk menuntut ilmu” Rasa malu dan sombong adalah dua sifat orang yang tidak akan pernah mendapatkan barakahnya ilmu. Bila kita menilik kisah para sahabat yang perjuangannya luar biasa untuk menuntut ilmu, maka seharusnya kita malu, sebagaimana yang diceritakan  oleh Ibnul Jauzy” Imam Ahmad bin Hanbal sudah mengelilingi dunia sebanyak 2 kali hingga ia bisa menulis kitab Al Musnad”
  5. Menuntut ilmu untuk beribadah kepada Allah dengan sebenar-benarnya ibadah. Ilmu merupakan warisan para nabi, di dalam hadits juga disebutkan bahwa “ sungguh para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham namun beliau meninggalkan ilmu, dan barangsiapa yang mengambil warisan itu maka ia telah beruntung”
  6.  Menuntut ilmu memiliki keutamaan yang amat sangat banyak, disebutkan dalam kitab Miftah Daaris Sa’adah, Imam Ibnul Qayyim menyebutkan entang keutamaan ilmu:
-          Akan diangkat derajatnya oleh Allah (ingat QS. Al Fathir :28 )
-          Allah akan mudahkan jalannya menuju surga ( HR. Muslim no. 2699)
Tidak ada jalan menuju surga kecuali jalan yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
-          Orang yang menuntut ilmu adalah orang yang dipilih oleh Allah. (barangsiapa yang ingin diberi kebaikan untuk dirinya, maka ia akan diberi kefakihan oleh Allah dalam hal agama)
-          Ilmu yang bermanfaat pahalanya akan terus mengalir kepada kita meski telah meninggal dunia (tiga pahala yang akan terus mengalir yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang mendoakan kedua orangtuanya)
Adab dalam menuntut ilmu, diantaranya:
1.      Hendaknya menghindari maksiat ( ilmu adalah cahaya, dan cahaya itu tidak akan diberikan kepada orang yang melakukan kemaksiatan)
2.      Menghormati dan memuliakan guru
3.      Harus tunduk kepada kebenaran
4.      Mengamalkan ilmu yang telah diperoleh
5.      Mendakwahkan ilmu, (bila tidak bisa secara langsung, maka bisa melalui medsos)
6.      Senantiasa rajin membaca, siap menghafal dan murojaah, disertai mencatat faidah penting

PERTANYAAN:
  • Bagaimana bila kita mengalami ada syubhat di dalam kelas?
Jawaban:
Bekali diri dengan ilmu yang shahih (tauhid, aqidah dikuatkan), syubhat itu menyambar-nyambar, sedang hati itu lemah. Bila tidak cukup belajar di kelas, carilah majlis-majlis ilmu di luar pelajaran di kelas

  •      Bagaimana sikap yang harus dilakukan karena kita terlalu banyak menunda-nunda (taswif) suatu pekerjaan ?

       Jawaban:
   Sering mengingat kewajiban kita sebagai penuntut ilmu, sempatkan waktu untuk membaca buku, memiliki daftar target yang harus diselesaikan serta mencari teman yang semangat.

  •        Bagaimana bila belajar dan pergi kajian hanya karena ada orang yang disukai/dikagumi?

       Jawaban:
    Menuntut ilmu harus meluruskan niat terdahulu karena Allah, bukan karena orang lain     (hadits Arba’in yang pertama )

   
  •             Menuntut ilmu selain ilmu agama apakah pahalanya sama?

      Jawaban:
     Pahala hanyalah Allah yang mengetahui, yang perlu diingat adalah bila kita belajar ilmu agama maka tidak boleh diniatkan untuk hal yang bersifat keduniawian saja.


  •                   Kiat-kiat istiqomah dalam menuntut ilmu:

Jawaban: 
-          Factor teman, pilih teman yang baik
-          Membaca sejarah orang-orang sukses
-          Banyak berdo’a meminta kepada Allah agar diberi keistiqomahan 

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Leave a Reply