Tematik

copyright by @ LDM - PM UMS. Theme images by kelvinjay. Powered by Blogger.

Aqidah

Shiroh

Fiqih

Keorganisasian

Kajian Rutin

Kesehatan

» » SHiRAH SHAHABAT (Ali Bin Abi Thalib)





~Ali bin Abi Thalib~ 

Sa'ad bin Abi Waqash menuturkan "Tiga hal yang telah diberikan untuk Ali bin Abi Thalib yang sekiranya kuambil satu saja, seakan-akan aku telah memiliki dunia dan seisinya. Lalu ditanyakan "Apakah itu? "Dia berkata "Rasulullah shallallahu alaihi wasalam telah menikahkannya dengan putrinya. Beliau memberinya bendera pada perang
Khaibar dan Allah memenangkannya. Rasulullah shallallahu alaihi wasalam pernah bersabda kepadanya 'Tidakkah engkau ridha bila kedudukanmu disisiku sebagaimana kedudukan Harun disisi Musa'. "

Dialah Ali bin Abu Thalib bin Abdul Muthalib bin Hasyim bin Abdi Manaf. Nasabnya bertemu dengan nabi shallallahu alaihi wasalam pada kakeknya yang pertama, yaitu Abdul Muthalib. Abu Thalib adalah ayah Ali radhiyallahu yang membela Nabi shallallahu alaihi wasalam dan menghalangi kaum Quraisy dari menyakiti beliau. Ibu Ali bin Abu Thalib adalah Fatimah binti Asad binti Hisyam. Nasab ibunya ini bertemu dengan Nabi shallallahu alaihi pada kakeknya yang kedua. Dengan demikian Ali bin Abi Thalib ialah khalifah pertama dari Bani Hasyim. Fatimah binti Asad radhiyallahu anha telah masuk Islam. Ia berhijrah dan wafat di Madinah. Nabi shallallahu alaihi wasalam menshalati, menguburkan, mengkafaninya dengan kemejanya. Beliau berkata "Demi Allah, aku tidak pernah menyaksikan sworang pun berbuat suatu kebaikan bersamaku daripada wanita ini sesudah Abu Thalib." Dialah yang telah mengasuh dan bersikap lembut kepada Nabi shallallahu alaihi wasalam. Dia memiliki lima saudara, tiga laki (Thalib, Uqail dan Jakfar Ath-Thayar(Mati syahid saat perang Mu'tah) ) dan dua wanita (Ummu Hani'). 

Amirul mukminin Ali bin Abi Thalib memiliki dua julukan, Abu Al Hasan yang dinisbatkan kepada anak sulungnya, Al Hasan bin Ali radhiyallahu anhu. Dan Abu Thurab (Bapaknya debu) gelar ini diberikan oleh Nabi shallallahu alaihi wasalam. Sebab suatu hari Ali bin Abu Thalib pernah meninggalkan rumahnya dalam keadaan marah lantaran perselisihan yang terjadi dengan istrinya. Waktu itu nabi shallallahu alaihi wasalam datang mengunjungi keduanya. Beliau tidak mendapati Ali bin Abu Thalib dirumahnya dan beliau mengetahui perihal perselisihan dengan Fatimah radhiyallahu anha. Beliau kemudian pergi ke masjid. Disana beliau mendapatinya sedang tidur, ketika melihat bajunya penuh debu, beliau berkata "Bangunlah wahai Abu Thurab" mendengar hal itu ali pun merasa senang dengan julukan tersebut.
Ali bin Abu Thalib bukanlah orang yang tinggi dan tidak pula pendek. Wajahnya bundar bak rembulan. Orang-orang mengatakan bahwa siapa yang melihat wajah Ali seakan-akan ia melihat Rasulullah shallallahu alaihi wasalam,  kepalanya botak,  bulu dada dan kedua bahunya lebat, serta kedua tangannya kuat dan berotot. 
Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu menikah dengan putri Rasullullah shallallahu alaihi wasalam yang bernama Sayyidah  Fatimah. Dia tidak pernah menikah dengan wanita lain sebelum Sayyidah Fatimah meninggal. Setelah itu,  ia baru menikah dengan banyak Wanita diantaranya ada yang telah meninggal dan pula dicerai. 
Ali bin Abi Thalib masuk islam ketika ia berusia sepuluh tahun, Ali tetap menyembunyikan keislaman hingga ayahnya,  Abu Thalib menyaksikannya sedang mengerjakan sholat,  dan saat melihatnya ayahnya pun berkata "wahai anakku apapun yang engkau lakukan, tetap taatlah kepada Muhammad dan ikutilah dia. Sesungguhnya,  dia tidak menuntunmu kecuali pada kebaikan, sedangkan diriku,  aku tidak akan meninggalkan agama nenek moyangku."
Ketika hendak hijrah, Nabi shallallahu alaihi wasalam menyuruh Ali tidur ditempat tidur beliau. Beliau berpesan padanya "Janganlah engkau takut terhadap sesuatu apapun, sebab mereka tidak akan membahayakanmu"peristiwa itu terjadi setelah kaum Quraisy melakukan konspirasi untuk membunuh Nabi shallallahu alaihi wasalam. Ali kemudian berujar "Demi Allah aku tidak pernah tidur malam senyenyak ini. Bagaimana bisa?  Menurutnya Rasulullah shallallahu alaihi wasalam telah menenangkanku. 
Imam Ahmad bin Hanbal berkata "Belum pernah diriwayatkan dengan riwayat yang shahih tentang keutamaan keutamaan salah seorang sahabat selain riwayat tentang Ali bin Abi Thalib. Nabi bersabda "Wahai Ali, tidakkah seorang mencintaimu, kecuali ia seorang mukmin,  dan tidaklah seorang membencimu kecuali ia seorang yang munafik."
Beliau bersabda "Barangsiapa yang menyakiti Ali, sesungguhnya dia telah menyakitiku,  Barangsiapa yang memakinya, sesungguhnya ia telah memakiku."
Ali bin Abi Thalib memiliki sifat tawadhu'dan zuhud. Unar bin Abdul Aziz radhiyallahu anhu memgatakan "Orang yang paling zuhud diatas bumi yang kuketahui sesudah nabi ialah Ali bin Abi Thalib." dan Ali pun suka dengan sedekah, suatu hari ia memiliki harta empat dirham, ia menginfakkan satu dirham pada malam hari,  aatu dirham pada siang hari satu dirham secara sembunyi-sembunyi dan satu dirham secara terang terangan. 
Dan masih banyak lainnya sifat Ali bin Abi Thalib yang dapat diambil dari sejarahnya semoga kita dapat mencontoh sifat yang ada padanya. 
Sumber 
[Sejarah Hidup Khalifah Rasulullah-Amru Khalid]

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
"LDM-PM UMS"
(Lembaga Dakwah Mahasiswa dan Pemgembangan Masyarakat UMS)

Kunjungi akun kami lainnya : 
🌐 Web : ldmpmums.blogspot.com
🤳🏻 Fb   : LDM-PM UMS
📱Ig.    : @ldmpm_ums
Youtube : LDM-PM Media
#SerialShirohNabawiyah #SerialShiroh #Alibinabithalib #Khalifahkeempat #Rohisnyaums #rohisnyakampus #ldmpmums #ldmpm
#Tebarkebaikan #Dakwah #Semogabermanfaat

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Leave a Reply