Tematik

copyright by @ LDM - PM UMS. Theme images by kelvinjay. Powered by Blogger.

Aqidah

Shiroh

Fiqih

Keorganisasian

Kajian Rutin

Kesehatan

» » » » SYA’BAN, THE WARM UP MONTH TO RAMADHAN


 

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh, bagaimana kabar teman-teman?

    Semoga kita senantiasa dirahmati Allah dan selalu berada dalam perlindungan-Nya. Sebentar lagi kita akan menemui bulan Sya’ban. Pembahasan kali ini tentu akan berkaitan dengan bulan Sya’ban.

   Bulan Sya’ban adalah bulan yang mulia sebelum bulan Ramadhan. Dan diantara banyak keistimewaanya, salah satunya yaitu bulan tersebut adalah bulan dinaikkannya berbagai amalan kepada Allah SWT. MaasyaaAllah sekali bukan keistimewaan bulan Sya’ban ini? Oleh karena itu, hendaknya kita memanfaatkan waktu yang telah Allah berikan kepada kita dengan sebaik mungkin untuk meraih Ridho-Nya. Semoga di tahun ini kita dipertemukan dengan bulan Sya’ban-Nya, untuk menabung banyak amalan kebaikan. Aamiin.

     Dan diantara keistimewaan-keistimewaan bulan Sya’ban yang perlu kita ketahui dan amalkan yaitu:

1.      Memperbanyak Puasa di bulan Sya’ban 

        Terdapat hadis dari Usamah bin Zaid, beliau bertanya: “Wahai Rasulullah, saya belum pernah melihat Anda berpuasa dalam satu bulan sebagaimana Anda berpuasa di bulan Sya’ban.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 

ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ، وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ، فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ

“Ini adalah bulan yang sering dilalaikan banyak orang, bulan antara Rajab dan Ramadhan. Ini adalah bulan di mana amal-amal diangkat menuju Rabb semesta alam. Dan aku ingin ketika amalku diangkat, aku dalam kondisi berpuasa.(HR. An-Nasa’i, Ahmad, dan Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadis ini hasan).

 Aisyah radhiallahu’anha, beliau mengatakan,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَحَفَّظُ مِنْ هِلَالِ شَعْبَانَ مَا لَا يَتَحَفَّظُ مِنْ غَيْرِهِ، ثُمَّ يَصُومُ لِرُؤْيَةِ رَمَضَانَ، فَإِنْ غُمَّ عَلَيْهِ، عَدَّ ثَلَاثِينَ يَوْمًا، ثُمَّ صَام

 

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan perhatian terhadap hilal bulan Sya’ban, tidak sebagaimana perhatian beliau terhadap bulan-bulan yang lain. Kemudian beliau berpuasa ketika melihat hilal Ramadhan. Jika hilal tidak kelihatan, beliau genapkan Sya’ban sampai 30 hari.” (HR. Ahmad, Abu Daud, An-Nasa’I dan sanadnya dishahihkan Syaikh Syu’aib Al-Arnauth). 

 

2.      Memperbanyak Membaca Al-Qur’an

Salamah bin Kahil berkata,

كَانَ يُقَالُ شَهْرُ شَعْبَانَ شَهْرُ القُرَّاء

“Dahulu bulan Sya’ban disebut pula dengan bulan membaca Al-Qur’an.”

 

وَكَانَ عَمْرٌو بْنِ قَيْسٍ إِذَا دَخَلَ شَهْرُ شَعْبَانَ أَغْلَقَ حَانَوَتَهُ وَتَفْرُغُ لِقِرَاءَةِ القُرْآنِ

“Amr bin Qois ketika memasuki bulan Sya’ban, beliau menutup tokonya dan lebih menyibukkan diri dengan Al-Qur’an.”

Pada bulan Sya’ban, ternyata para salaf telah memberikan kita petunjuk amalan untuk membaca Al-Qur’an, bukan hanya di bulan Ramadhan saja. Pada hakikatnya, hal tersebut mengajarkan kita untuk melakukan pemanasan membaca Al-Qur’an di bulan Sya’ban untuk menyambut bulan Ramadhan yang penuh berkah.

Ya Allah, semoga Engkau senantiasa menjadikan kami termasuk golongan orang-orang yang selalu sibuk dengan Al-Qur’an dan terus mempelajari dan mengamalkannya. Aamin.

 

3.      Memperbanyak Amalan Shalih

Pada bulan ini dapat dimanfaatkan dengan memperbanyak amalan shalih. Sebab, pada bulan ini seluruh amalan akan diangkat kepada Allah Azza wa Jalla. Diantara amalan shalih tersebut yaitu melakukan shalat lima waktu dan rawatibnya, shalat tahajud dan witir, shalat dhuha, memperbanyak dzikir, memperbanyak sedekah, serta kesempatan bagi para akhwat untuk mengqadha’ puasa Ramadhan.

Seluruh amalan shalih disunnahkan dikerjakan pada setiap waktu. Untuk menghadapi bulan Ramadhan para ulama terdahulu membiasakan amalan-amalan shalih semenjak datangnya bulan Sya’ban. Abu Bakr Al-Balkhi rahimahullah pernah mengatakan :

 

شَهْرُ رَجَب شَهْرُ الزَّرْعِ، وَشَهْرُ شَعْبَانَ شَهْرُ سُقْيِ الزَّرْعِ، وَشَهْرُ رَمَضَانَ شَهْرُ حَصَادِ الزَّرْعِ.

 

“Bulan Rajab adalah bulan menanam, bulan Sya’ban adalah bulan menyirami tanaman dan bulan Sya’ban adalah bulan memanen tanaman.” Dan dia juga mengatakan:

 

مَثَلُ شَهْرِ رَجَبٍ كَالرِّيْحِ، وَمَثُل شَعْبَانَ مَثَلُ الْغَيْمِ، وَمَثَلُ رَمَضَانَ مَثَلُ اْلمطَرِ، وَمَنْ لَمْ يَزْرَعْ وَيَغْرِسْ فِيْ رَجَبٍ، وَلَمْ يَسْقِ فِيْ شَعْبَانَ فَكَيْفَ يُرِيْدُ أَنْ يَحْصِدَ فِيْ رَمَضَانَ.

Perumpamaan bulan Rajab adalah seperti angin, bulan Sya’ban seperti awan yang membawa hujan dan bulan Ramadhan seperti hujan. Barang siapa yang tidak menanam di bulan Rajab dan tidak menyiraminya di bulan Sya’ban bagaimana mungkin dia memanen hasilnya di bulan Ramadhan.” [Lihat: Lathaiful-Ma’arif libni Rajab Al-Hanbali hal. 130.] 

    Demikianlah keistimewaan serta amalan yang dapat dilakukan pada bulan Sya'ban. Oleh karena itu, sebagai seorang muslim dapat memanfaatkan kesempatan untuk meraih ridha Allah pada bulan ini. Namun, kita tidak boleh mengkhususkan hari-hari tersebut dengan puasa, shalat dan sebagainya. Hal ini dikarenakan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dan para sahabatnya tidak mengkhususkan hari tersebut.   

    Demikian pembahasan mengenai keistimewaan dan amalan di bulan Sya'ban. Semoga dengan adanya pembahasan ini dapat menambah pemahaman kita tentang bulan Sya'ban.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.


Sumber :

1. Al-Ustadz Yazid bin ‘Abdul Qadir Jawas, (URL https://almanhaj.or.id/14878-keutamaan-bulan-syaban.html)

2.   KonsultasiSyariah.com, (URL https://konsultasisyariah.com/31599-keistimewaan-bulan-syaban-berikut-amalan-sunnah-di-dalamnya.html)

3.   Muhammad Abduh Tuasikal, MSc. 2015. (URL https://rumaysho.com/11158-malam-nisfu-syaban-dan-amalan-nisfu-syaban.html)

4. Muhammad Abduh Tuasikal, MSc. 2012. (URL https://rumaysho.com/2675-sibukkan-juga-bulan-syaban-dengan-al-quran.html)

    



«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

1 comments: