Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh, bagaimana kabar para Ukhti dan Akhi?
Semoga kita senantiasa dirahmati Allah dan selalu berada dalam perlindungan-Nya. Aamiin.
Pembahasan kali ini yaitu tentang pentingnya tauhid di tengah pandemi covid-19. Seperti yang telah kita ketahui bersama, saat ini umat manusia di seluruh belahan dunia tengah dilanda musibah yang berat, yaitu adanya wabah covid-19. Sampai saat ini jutaan orang telah terkonfirmasi positif covid-19 bahkan hingga meninggal dunia. Perhatian negara dan dunia pun terfokus pada penanganan musibah ini. Berbagai kebijakan dikeluarkan dan anggaran dialokasikan untuk mengatasi wabah ini.
Sebagaimana telah kita ketahui bersama bahwa perintah yang utama bagi manusia adalah mentauhidkan Allah dan ibadah barulah dinamakan ibadah jika disertai dengan tauhid. Tanpa tauhid ibadah tidaklah disebut ibadah. Hal ini dapat kita misalkan dengan shalat tidaklah disebut shalat sampai seseorang itu berthoharoh atau bersuci. Hal ini sudah menunjukkan dengan sendirinya urgensi tauhid.
Sebagai umat islam, tentunya kita tidak boleh melupakan dasar dalam islam yaitu Tauhid dalam menjalankan kehidupan ini termasuk ketika menghadapi wabah ini. Tauhid berasal dari kata ahad atau wahid yang artinya satu. Tauhid dirangkum dalam kalimat tahlil, Laa ilaaha illallaah (tidak ada Tuhan selain Allah). Tauhid memiliki implikasi yang sangat penting dalam sistem dan struktur amal dalam islam. Dengan tauhid, seorang muslim akan menjadikan Allah sebagai terminal akhir dari seluruh mata rantai aktivitas di dunia. Manusia yang kehilangan pegangan hidup, mereka akan mudah terperosok ke dalam tingkah laku yang tidak mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan. Hal ini apabila diabaikan maka akan menghancurkan peradaban umat manusia.
Wabah penyakit covid-19 merupakan musibah yang sangat besar dan memberikan dampak bagi manusia di seluruh penjuru dunia termasuk umat muslimin dalam melaksanakan perintah-perintah-Nya. Karena dengan adanya kebijakan yang dikeluarkan pemerintah tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang di dalamnya meliputi, peliburan sekolah dan tempat kerja, pembatasan kegiatan keagamaan dan pembatasan kegiatan di tempat-tempat umum maka hal ini menjadikan banyak diantara kita yang terpaksa harus berhenti bekerja, meniadakan shalat berjama’ah dan pengajian untuk sementara waktu, meliburkan sekolah, pesantren dan perguruan tinggi melakukan kegiatan belajar mengajar secara online yang tentu secara umum kurang efektif.
Secara teologis (berdasarkan ilmu tauhid) harus diyakini bahwa terjadinya bencana ini tidak terlepas dari qada dan qadar Allah Subhanahu wa Ta’ala, bahwa Allah sedang menguji dengan memberikan cobaan kepada kita semua.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَمْوَالِ وَالْاَنْفُسِ وَالثَّمَرٰتِۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْن
“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah:155)
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
مَآ اَصَابَ مِنْ مُّصِيْبَةٍ فِى الْاَرْضِ وَلَا فِيْٓ اَنْفُسِكُمْ اِلَّا فِيْ كِتٰبٍ مِّنْ قَبْلِ اَنْ نَّبْرَاَهَا ۗاِنَّ ذٰلِكَ عَلَى اللّٰهِ يَسِيْرٌ
“Tidak suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan pada dirimu sendiri, melainkan telah tertulis dalam kitab (lauh mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” (QS. Al-Hadid: 22)
Secara etika (berdasarkan ilmu akhlak) dengan adanya wabah Covid-19 ini kita harus meminta pertolongan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah berfirman :
وَاسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِ ۗ وَاِنَّهَا لَكَبِيْرَةٌ اِلَّا عَلَى الْخٰشِعِيْنَ
“Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan sholat.” (QS. Al-Baqarah: 45)
InsyaaAllah dengan adanya wabah ini dapat menjadikan kita pribadi yang lebih dekat lagi kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Serta menjadikan kesempatan untuk semakin memperbaiki kualitas ibadah kita. Jangan sampai adanya wabah ini menjadikan kita rugi fisik dan ruhani sekaligus rugi jiwa dan iman. Namun hendaklah kita terus-menerus mendekatkan diri kepada Allah sehingga dapat menjadi golongan orang-orang yang dicintai oleh-Nya. Dengan demikian Tauhid memiliki kedudukan dan fungsi yang sangat penting dalam islam. Dengan tauhid maka kita akan tetap menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya secara konsisten dengan penuh keikhlasan apapun kondisinya.
Sumber:
Shirozi, A. dan Az-zahra, S. Urgensi Tauhid dalam Kehidupan, Pribadi Keluarga, Masyarakat & Profesi. (URL: https://onlinelearning.uhamka.ac.id/mod/resource/view.php?id=148786&lang=id)
Bustomi, J., Sanah, S., dan Siregar, Z.U. (2020). “Menyikapi Wabah Penyakit Covid-19 dalam Bertasawuf.” (URL: https://core.ac.uk/download/pdf/327164507.pdf)
Tuasikal, Muhammad Abduh. (2013). Urgensi Memiliki Tauhid yang Benar. (https://rumaysho.com/3270-urgensi-memiliki-tauhid-yang-benar.html)


No comments: