Tematik

copyright by @ LDM - PM UMS. Theme images by kelvinjay. Powered by Blogger.

Aqidah

Shiroh

Fiqih

Keorganisasian

Kajian Rutin

Kesehatan

» » Mari Ubah Insecure Menjadi Syukur

 


Mari Ubah Insecure Menjadi Syukur

 

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh, bagaimana kabar ikhwah sekalian?

Semoga kita senantiasa dirahmati Allah dan selalu berada dalam perlindungan-Nya. Aamiin.

Kita sebagai manusia pasti pernah berada pada posisi yang kurang mengenakkan ataupun tidak aman. Hal tersebut dapat dipicu oleh faktor internal maupun eksternal. Salah satunya adalah rasa insecure. Perasaan insecure atau tidak aman datang dari lingkungan, standar sosial, trauma, kegagalan, dan diri sendiri.

Ketika merasa insecure, kita cenderung merasa ketakutan dan khawatir. Semakin tak percaya diri, selalu membandingkan dirinya dengan orang lain, serta menganggap dirinya lebih rendah atau lebih buruk. Sedangkan kita tahu bahwa segala hal yang kita impikan, belum tentu itu menjadi baik bagi kita. Allah berfirman:

كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَّكُمْ ۚ وَعَسٰٓى اَنْ تَكْرَهُوْا شَيْـًٔا وَّهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۚ وَعَسٰٓى اَنْ تُحِبُّوْا شَيْـًٔا وَّهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ وَاَنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ

“Diwajibkan atas kamu berperang, padahal itu tidak menyenangkan bagimu. Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”(QS. Al-Baqarah:216)

Dalam ayat tersebut dapat diambil pelajaran bahwa apa yang kita cintai belum tentu baik dihadapan Allah subhanahu wa ta’ala, begitupula sebaliknya apa yang kita benci belum tentu buruk dihadapan Allah subhanahu wa ta’ala.

Lantas, bagaimana kita dapat mengatasi rasa insecure?

1.      Mengenali diri sendiri

Mengenal diri (Ma’rifat al-Nafs)  dan menerima diri sendiri merupakan syarat utama agar kita tidak terus menerus membandingkan diri dengan orang lain, baik itu dari segi fisik maupun materi. Allah berfirman:

وَمِنۡ اٰيٰتِهٖ خَلۡقُ السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضِ وَاخۡتِلَافُ اَلۡسِنَتِكُمۡ وَاَلۡوَانِكُمۡ‌ؕ اِنَّ فِىۡ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّلۡعٰلِمِيۡنَ

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit  dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui.” (QS Ar-Rum: 22)

2.      Positive self-talk

     Positive self-talk dapat mereduksi stress. Dengan berdialog pada diri sendiri dapat menjadikan pikiran akan selalu optimis. Terdapat lima manfaat yang bisa kita dapatkan melalui positive self-talk yaitu (1) membantu berdamai dengan situasi yang tidak bisa dikontrol; (2) membantu meredakan stres; (3) meningkatkan perfomansi diri; (4) menjadi pribadi yang senantiasa ‘beraura’ positif; dan (5) membantu diri melakukan self-reflection.

3.      Menyadari bahwa manusia tidak ada yang sempurna

Sebagai manusia tentu kita tidak luput dari khilaf atau salah. Semua orang punya kekurangan dan kelebihan masing-masing. Jika kita mampu bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah, insyaallah akan ada keberkahan dalam diri kita.

4.      Memohon pertolongan-Nya

Ikhtiar kita adalah memohon pertolongan kepada Allah subhanahu wa ta’ala, karena hanya Allah lah yang dapat menjaga kita dari gangguan-gangguan dan cobaan yang menimpa kita.

5.      Memaksimalkan kelebihan

Tiap orang tentu memiliki potensi dan kelebihan masing-masing. Daripada berfokus pada kekurangan dan terus menerus memikirkan bagaimana agar bisa sesuai standar orang lain, lebih baik pikiran-pikiran tersebut dialihkan dengan melakukan kegiatan yang lebih bermanfaat dan mengembangkan potensi yang dimiliki.

6.      Jangan membandingkan diri kita dengan orang lain

Masing-masing manusia sudah diatur oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Rasulullah pun mengajarkan kita untuk selalu memandang ke atas agar dapat meningkatkan keimanan serta ketakwaan, dan senantiasa memandang ke bawah untuk mengingatkan kita akan pentingnya mensyukuri nikmat yang telah diberikan oleh Allah sebagai hamba-Nya.

Dan solusi utama bagi kita yang insecure adalah senantiasa bersyukur. Mensyukuri nikmat yang ada, mensyukuri apapun yang diberikan oleh Allah kepada kita sampai saat ini. Ada doa yang diajarkan oleh Nabi Sulaiman yang mengandung permohonan kepada Allah agar kita diberikan perasaan untuk selalu bersyukur.

Dalam surah An-Naml ayat 19, Allah berfirman:

رَبِّ أَوۡزِعۡنِيٓ أَنۡ أَشۡكُرَ نِعۡمَتَكَ ٱلَّتِيٓ أَنۡعَمۡتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَٰلِدَيَّ وَأَنۡ أَعۡمَلَ صَٰلِحٗا تَرۡضَىٰهُ وَأَدۡخِلۡنِي بِرَحۡمَتِكَ فِي عِبَادِكَ ٱلصَّٰلِحِينَ

“Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.”

Karena perasaaan syukur tidak mudah dimiliki oleh orang-orang kecuali hamba yang dikaruniakan rasa itu. Rasa syukur memang anugerah, tetapi bisa diperoleh dengan melatih diri, mawas diri dan tentunya berdoa kepada Allah agar selalu dimudahkan untuk menjadi hamba yang selalu bersyukur akan karunia-Nya. Yang perlu kita ingat bahwa kehidupan saat ini sifatnya hanya sementara. Jadi rasa insecure tidak perlu kita pelihara dalam diri, ubahlah rasa insecure itu menjadi rasa syukur. 


Sumber :

1.      Syahril Mubarok. (2020). “Cara Islam Mengatasi Rasa Insecure” dalam https://islamina.id/cara-islam-mengatasi-rasa-insecure/amp/. Diakses pada 03 Oktober 2021.

 Ria Umala Idayanti. (2020). “Jangan Insecure, Mari Bersyukur” dalam https://bincangmuslimah.com/muslimah-daily/jangan-insecure-mari-bersyukur-30351/. Diakses pada 3 Oktober 2020.

 

 

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Leave a Reply