Ahad, 4 Juli 2021
Seri Aqidah
Pemateri: Ustadz
Furqon Hasbi Lc,M.Ag
MENGENAL
ALLAH
1. Mengenal Allaah
a.
Mengenal Allaah sesuai Hadist hadist Rosulullaah Shallalahu ‘alaihi wassalam
b.
Mengamalkan ilmu yang didapat
c.
Mendakwahkan ilmu yang sudah kita amalkan, agar orang lain juga mendapatkan ilmunya.
d.
Bersabar dalam menghadapi gangguan dalam menyampaikan kebenaran.
Seperti perjuangan Rosulullaah dalam mendakwahi dan menunjukkan kebenaran
kepada rajanya, yaitu Raja namrud.
Surat Al-Asr ayat 1-3
dijelaskan bahwa manusia benar benar dalam keadaan merugi. Siapakah yang tidak rugi? Yaitu orang yang beriman mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.
Imam Syafi’I berkata sekiranya Allaah tidak menurunkan hujjah atas makhluknya kecuali surat ini niscaya ia cukup bagi mereka.
Imam Bukhari rahimahullah berkata, “Bab ‘Ilmu sebelum Berkata dan Beramal’, dalilnya adalah firman Allah Ta’ala (yang artinya), ‘Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan, tuhan) selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu’.” (QS. Muhammad: 19). Dalam ayat ini, Allah memulai dengan berilmu lalu beramal.
Abu Bakar as-shiddiq berkata, "Hendaklah kamu membaca, "La ilaha illallah dan istigfar." Bacalah keduanya berulang kali, maka sesungguhnya Iblis berkata, "Aku membinasakan manusia dengan perbuatan dosanya, dan mereka membinasakanku dengan membaca La ilaha illallah dan istigfar, maka ketika aku mengetahui yang demikian, mereka aku hancurkan dengan hawa nafsunya, mereka mengira mendapat petunjuk." (Riwayat Abu Ya'la).
Muhammad bin Abdul Wahab berkata, ketahuilah Semoga Allaah melimpahkan rahmat bagi kalian wajib atas bagi setiap muslim dan muslimah, ada 3 perkara dan pengamalnnya.
- Allah telah menciptakan kita, memberi Rezeki kita dan Dia tidak meninggalkan kita dalam keadaan terlantar, melainkan mengutus Rosul. Dan Barang siapa yang taat kepada-Nya maka surga untuknya. Dan barangsiapa mendurhakai-Nya maka neraka baginya.
Pertanyaan:
1. Apabila terus bermaksiat
apakah Allah akan menerima tobat kita?
Jawab:
Ketika seorang
Muslim tergelincir sebab suatu maksiat, maka cepatlah kembali kepada- Nya dengan cara bertobat. Menyesali perbuatan yang telah diperbuat, serta bertekad untuk
tidak mengulanginya dalam waktu dekat
maupun jauh. Jika ada kemauan
dan kesempatan, alangkah
lebih baiknya jika langsung mengganti perbuatan maksiat tersebut dengan kebaikan amal saleh.
Kalau seseorang bertobat
lalu kembali melakukan dosa, Allah terima tobatnya yang pertama. Kemudian jika ia kembali berdosa, ia akan mendapatkan
hukuman. Jika ia bertobat, Allah terima tobatnya
lagi (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah)
Wallaahu alam bishawab
2. Hukum amalan seseorang
yang meninggalkan sholat meskipun sering berbuat baik?
Jawab:
Shalat hukumnya wajib bagi setiap muslim. Shalat merupakan
amalan yang akan pertama kali
dihisab oleh Allaah di hari Akhir nanti. Shalat merupakan pembeda antara muslim dengan kafir. Maka barangsiapa yang
meninggalkan shalat, berarti ia telah meninggalkan kewajibannya sebagai seorang muslim, dan ini merupakan dosa yang paling
besar di antara
dosa-dosa yang besar.
“Pokok segala perkara adalah Islam dan tiangnya
(penopangnya) adalah shalat.” (HR. Ahmad & At-Tirmidzi)
“(Pembatas) antara seorang muslim dan kesyirikan serta
kekafiran adalah meninggalkan shalat.” (HR. Muslim).
Maka orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja karena mengingkari wajibnya shalat hukumnya adalah kafir,
murtad, dan keluar
dari Islam berdasarkan dalil dari Al-Qur’an
dan As-Sunnah serta
kesepakatan para ulama, karena berarti ia telah mendustakan Allaah dan Rasul-Nya.
Untuk masalah diterima atau tidaknya amalan tersebut hanya Allaah yang mengetahui. Wallaahu alam bishawab



No comments: