Tematik

copyright by @ LDM - PM UMS. Theme images by kelvinjay. Powered by Blogger.

Aqidah

Shiroh

Fiqih

Keorganisasian

Kajian Rutin

Kesehatan

» » SKETSA: CHILDFREE OR PARENTING

 


NOTULENSI SKETSANASIONAL

(SEMINAR KEMUSLIMAHAN TERUNTUK SAHABAT SHALIHAH)

“CHILDFREE OR PARENTING”

Ahad, 28 November 2021

 

Materi I          : Parenting How To Be A Parent

Pemateri         : Dr. Pinansia Finska Poetri

“Mempersiapkan Diri Menjadi Orang Tua”

·      Parenting lebih baik diperlajari sebelum menjadi orangtua, baik itu sebelum atau sesudah menikah  karena menjadi orangtua itu tidak mudah banyak rintangannya, terutama rintangan dari diri sendiri. Selesaikan masalah diri sendiri dahulu baru bisa menjadi ibu.

·      Urgensi Belajar Parenting Sebelum Menikah

1)      Memantaskan diri

2)      Mencari pasangan yang sholih

-          Awal menjadi orangtua saat memilih pasangan karena ibu madrasah pertama anak

-          Sebelum menjadi ibu kita menjadi istri harus mengetahui mana yang harus kita usahakan dan mana yang harus kita relakan.

-          Ibu :Madrasah pertama

Ayah : Kepala sekolah, yang akan membawa kita akan kemana? Jika tujuannya syurga maka harus mengetahui jalan menuju syurga.

-          Jangan pernah berpikir kita bisa mengubah orang (suami), dan tidak selalu orang berubah setelah menikah maka kita harus mencari pasangan yang baik dan sholih, juga berdo’a kepada Allah

-          Memilih pasangan termasuk bagian dari parenting

-          Mulai belajar parenting secara detail : ketika ada 2 garis biru di testpack (permulaan kita menjadi orangtua)

 

·         Mendidik Anak sesuai Al Qur’an dan Sunnah

-          Allah berfirman dalam Al Qur’an Surat Luqman : 13

وَإِذْ قَالَ لُقْمَٰنُ لِٱبْنِهِۦ وَهُوَ يَعِظُهُۥ يَٰبُنَىَّ لَا تُشْرِكْ بِٱللَّهِ ۖ إِنَّ ٱلشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

Tujuan utama adalah menjadi hamba yang taat dan tidak mempersekutukan Allah

Hal yang paling harus ditanamkan ke anak : Tauhid kepada Allahta’alaa

-          Langsung ajarkan tauhid kepada anak, kenalkan kepada Rabb nya

 

·         Kiat Mendidik Anak Sesuai Al Qur’an dan As Sunnah

-          Anak terlahir sesuai fitrahnya yaitu islam

-          Dunia parenting banyak terdapat syubhat, seperti childfree hanyalah satu bagian dari syubhat tersebut.

-          Pendidikan barat, mengajarkan yang real/ nyata dahulu baru diajarkan terkait spriritual atau kerohanian yang hal ini berselisihan dengan Al Qur’an dan As Sunnah

-          Jangan takut untuk mengenalkan anak kepada kebenaran yaitu agama islam, jika kita tarik anak ke kebenaran insyaAllah Allah berikan kemudahan

 

·         Keutamaan Memiliki Anak yang Sholih

-          “Jika seseorang meninggal dunia, amak terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu) sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkanm atau do’a anak yang sholih” (H.R Muslim no.1631)

-          Pendapat  bahwa mendidik anak harus tulus dan ikhlas tanpa mengharap apapun seperti berharap anak berbakti, hal ini juga menyelisihi islam

-          Kita harus memaksimalkan usaha dalam mendidik anak supaya anak menjadi sholih

-          Hidup harus mempunyai visi dan misi yang besar salah satunya memiliki anak yang sholih

“Untuk mendapatkan anak yang sholih, terlebih dahulu orangtua harus ikhtiar menjadi sholih”

·         Orang Tua adalah Pemberi Contoh

-          Anak-anak adalah peniru ekstrim tidak sekedar peniru ulung

-          Apapun informasi yang ada di sekitar anak akan diserap, namun tidak ada filter anak untuk menyerap informasi tersebut

-          Jadi orangtua tidak hanya berbicara kepada anak supaya jadi anak sholih namun juga harus memberi contoh

 

·         Peran Orang Tua

1)      Role model

2)      Belajar Perkembangan anak

-          Harus tahu perkembangan anak sehingga bisa memiliki strategi harus berkomunikasi seperti apa

-          Mendidik anak harus dengan kelembutan, tidak dengan kekerasan sebagaimana disebutkan dalam surat Al Isra’ : 53

-          Belajar ilmu syar’i terlebih dahulu, baru selanjutnya ilmu dunia. Harapannya ilmu syar’i menjadi filter ketat dalam mengadaptasi ilmu dunia.

Contoh :

Belajar bagaimana meregulasi diri

Belajar perkembangan anak agar paham fase, dll

-          Saat ini banyak sekali ilmu yang tersebar dan mudah didapatkan, namun tidak semuanya sesuai dengan ajaran islam. Dengan mempelajari ilmu syar’i kita jadi bisa memfilter ilmu mana yang akan kita pelajari

 

·         Mengapa Orang Tua Butuh Belajar Perkembangan Anak ?

-          Otak anak mulai berkembang di usia ke 5 minggu

-          Sel yang baik butuh nutrisi, maka harus mempelajari terkait nutrisi anak

-          Perkembangan anak ada 2, sensorik dan motorik dan perkembangan keduanya harus seimbang

-          Stimulasi anak harus bekerjasama antar indera nya

“Maksimalkan ikhtiar, untuk hasil adalah dari Allah

Ikhtiar paling tinggi adalah berdo’a. Minta di do’akan orangtua

Sebelum menikah kita berbakti kepada orangtua, setelah menikah berbaktinya kepada suami”

 

Tanya Jawab Materi I

1.      Bagaimana cara memperkuat agama/memperkenalkan Sunnah dianak umur 1-2 tahun dan membuat anak usia 3-4 tahun sudah mandiri seperti nyapu kamar sendiri, nyuci piring sendiri, cuci baju sendiri ?

Jawaban :

Yang pertama adalah mengenalkan anak kepada Allah, jangan takut. Lalu bisa mengatakan kepada anak dengan perkataan yang baik

Cara menanggapi pertanyaan-pertanyaan anak dan memberi pengertian kepada anak tanpa dibohongi atau ditakut-takuti. misal saat anak pertama umur 4-6 tahun  iri sama anak kedua (baru lahir) mungkin karena ibu lebih mengutamakan anak kedua?

Jawaban :

Ada tekhnik tersendiri membuat anak pertama tidak iri kepada adiknya, bisa dengan mengatakan kepada anak pertama bahwa adik itu disayang, dan lainnyayang tidak bisa dijelaskan sekarang, mungkin bisa dijelaskan di pertemuan lain.

2.      Ada sebuah statement dari salah seoarang mutual di sosmed mengenai kisah rasul yg seharusnya tidak usah diceritakan kepada anak-anak karena menurut dia kisah rasul itu ada potensi abstraksi dan memiliki worldview yang keliru serta mengakibatkan anak-anak menjadi tidak akurat dalam memahami realitas dunia. Nah apakah hal tersebut merupakan sebuah metode parenting dari barat untuk mengajarkan realitas terlebih dahulu, yang sepertinya kalau tidak salah dengar sempat disinggung oleh ustadzah di awal, dan bagaimana cara mengubah mindset tersebut ?

Jawaban :

Mukjizat para Nabi dan Rasul ada yang abstrak seperti Nabi Musa yang membelah laut. Pertama jangan takut untuk mengenalkan syari’at ke anak, menceritakan terkait mukjizat Nabi dan Rasul namun jelaskan terlebih dahulu kepada anak siapa Nabi dan Rasul, posisi mereka. Jangan berpikiran untuk mengajarkan hal-hal yang nyata dahulu baru yang sesuai syari’at nanti-nanti saja.

Saat anak bertanya jawab sesuai syari’at. Contohnya saat anak bertanya mengapa kita harus sholat? Jawabannya adalah karena itu perintah Allah (dahulukan menjawab sesuai syari’at). Agar anak terbiasa logikanya tunduk kepada syari’at.

3.      Karena banyaknya wanita yang memilih menjadi wanita karir apakah dampak dari memberikan HP sejak dini agar anak tidak mengganggu saat Ibu sedang bekerja? Dan solusi apa yang bisa diberikan Ibu untuk menghadapi kasus seperti ini?

Jawaban :

Dampak HP pada anak banyak. Ketika menjadi ibu rumah tangga dan berkarir bukan berarti kita boleh melalaikan anak. Tidak bisa meninggalkan kewajiban mendidik anak. Dengan HP yang terstimulasi hanya 2 yaitu pendengaran dan penglihatan yang banyak berdampak kepada anak seperti susah tidur, dll. Masih banyak strategi lain selain memberikan HP kepada anak

4.      bagaimana jika orang tua yang memaksakan ke inginannya kepada anak dengan alasan, itu hal yang terbaik bagi anak. Sedangkan mungkin bagi anak itu bukan hal yang dia inginkan?

Jawaban :

Salah satu kebutuhan anak terkait otoritas anak harus dipenuhi. Anak sampai 6 tahun belum bisa membedakan baik buruk maka tetap memberi batasan namun tetap memberikan otoritas. Tergantung pada usia anak

5.      Bagaimana cara terbaik untuk menghadapi dan meluruskan sifat anak SD kelas 4-6 yang sudah terbentuk sifatnya kearah negative ?

Jawaban :

Caranya ajak anak bediskusi. Ketika anak nakal melakukan hal yang menantang bukan berarti karena orangtua gagal. Coba kita koneksi kepada anak dengan berkomunikasi, ajak diskusi dengarkan perkatannya. Jangan takut untuk mencari bantuan yang profesional untuk membantu memfasilitasi anak jika kesulitan, seperti psikolog anak atau yang lainnya.

6.      Bagaimana cara mengontrol emosi ketika menghadapi anak yg sedang tantrum?

Jawaban :

Kunci ketika anak tantrum kita tenang, mengontrol emosi ada trik nya seperti yang diajarkan oleh Rasulullah tambahan lainnya dengan tarik nafas, tidur.

7.      Seringkali teori yang sudah dipelajari dan realitanya itu berbeda, bagaimana caranya untuk mengatasi hal yang seperti itu?

Jawaban :

Aplikasi teori memang sangat sulit. Mengubah kebiasaan itu sulit, yang sulit konsistennya. Pelajari ilmu jangan banyak sekaligus namun sedikit demi sedikit sekaligus diterapkan bertahap.


 

 

Materi II         : What’s up With Childfree?

Pemateri         : Ustadzah Ninin Karlina

“The Pros and Cons To Being Childfree”

“Saat perempuan menjadi anak dia membukakan pintu syurga bagi orangtaunya, dan ketika menjadi seorang istri dia menyempurnakan agamanya dengan suaminya dan saat menjadi seorang ibu maka syurga ada di telapak kakinya.”

·         Childfree

-       Jika berbicara syari’at bukan sekedar halal haram saja.

-       Keputusan untuk tidak memiliki anak, baik anak kandung maupun anak angkat. Jadi kehidupan hanya bedua saja istri dan suami

-       Penganut childfree bisa laki laki maupun perempuan

-       Wikipedia : childfree banyak dianut oleh wanita yang belum menikah

-       Childfree mulai muncul di abad 20 di negara-negara barat

-       Alasan orang memilih childfree :

1)      Ingin mengejar karir (paling sering dijumpai)

2)      Kecemasan finansial

3)      Sulit menemukan pasangan yang cocok

4)      Khawatir tidak mampu mendidik anak

-       4 hukum childfree

1)      Hukum childfree bagi seorang laki-laki muslim atau perempuan muslimah yang memilih hidup melajang/membujang

2)      Hukum childfree bagi pasangan suami-istri muslim secara permanen

3)      Hukum childfree secara temporal atau sementara dengan alasan tertentu

4)      Hukum childfree karena mengalami kemandulan atau di luar kuasa manusia

 

A.    Hukum childfree bagi seorang laki-laki atau perempuan muslim yang memilih hidup melajang

-          Ada 2 hukum

1)      Jika tujuan agar tidak punya anak karena khawatir kesulitan finansial maka hukumnya haram

Hal tersebut bertentangan dengan aqidah islam bahwa Allah akan menjamin rezeki hambanya (Q.S Huud : 6)

2)      Jika bukan karena khawatir mengalami kesulitan finansial maka hukumnya makruh

Karena ada larangan dalam hadits bagi laki-laki yang sudah mampu untuk menikah untuk membujang, dan saat ada sahabat yang sudah mampu menikah namun tetap membujang Rasulullah hanya diam dan tidak memberikan teguran atau celaan yang kers

B.     Hukum childfree bagi pasangan suami istri muslim secara permanen

-          Hukumnya haram

-          Kaidah fiqhiyah “Al ashlu mina zawaj Annaslu wal injabu”

-          Q.S An Nahl : 72

C.     Hukum childfree secara temporal atau sementara dengan alasan tertentu

-          Hukumnya boleh (mubah)

-          Seperti jika mau menyelesaikan study terlebih dahulu, dll dengan menggunakan kontrasepsi temporal dan aman seperti pil KB, dll bukan dengan kontrasepsi permanen seperti vasektomi, dll

-          Penggunaan kontrasepsi permanen patokannya adalah antara hidup dan mati, jika belum maka tidak boleh

D.    Hukum childfree karena mengalami kemandulan atau di luar kuasa manusia

-          Tidak apa-apa pasangan suami istri yang tidak dikaruniai anak jika kondisi tersebut terjadi di luar kondisi mereka

-          Q.S Asy Syuura ayat 49-50

-          Diperbolehkan memberlakukan childfree artinya tanpa mengangkat anak asuh (anak angkat/tiri)

 

·         Antara hal yang haram dan halal ada perkara” mutasyabihat (meragukan) seperti vaksin, begitupun childfree dilihat dari alasan seseorang menerapkan childfree. Tidak boleh langsung menghukumi sesuatu yang mutasyabihat itu haram.

·         Ayat-ayat Allah ada qouliyah dan kauniyah. Pada aslinya tidak ada perbedaan pendapat pada ayat ayat tersebut jika hanya dibaca saja.

Namun saat ayat qouliyah dibaca mufassir akan ada banyak pendapat yang muncul karena sudah ada pengolahan manusia

Juga saat ayat kauniyah dibaca oleh ilmuwan akan muncul banyak pendapat pula

Maka jika ingin meyakinkan orang kita harus memiliki literasi yang kuat, tidak hanya merujuk satu sumber saja, harus banyak membaca

·         Manusia adalah khalifah di muka bumi yang termasuk pemimpin atas dirinya sendiri baik itu laki-laki maupun perempuan

·         Wanita sholihah adalah yang bisa memberikan kemaslahatan pada keluarganya juga sekitarnya

·         Perintah dalam Al Qur’an untuk memberikan rahmat kepada manusia

·         Antara Al Qur’an dan akal berjalan berdampingan, saat membaca Al Qur’an harus dengan akal agar bisa meresapinya juga akal harus dikendalikan dengan Al Qur’an, tidak bisa hanya dengan salah satu  saja

·         5 prinsip Maqashid Syari’ah:

1.      Hifdzu din (melindungi agama)

2.      Hifdzu nafs (melindungi jiwa)

3.      Hifdzu ‘aql (melindungi pikiran)

4.      Hifdzu maal (melindungi harta)

5.      Hifdzu nasab (melindungi keturunan)

“Ketika memahami suatu pembahasan pahami secara kaffah dan mencari sumber-sumber yang valid jangan overtekstualis dan overrasionalis”.

Tanya Jawab Materi II

1.      Bagaimana kita tahu bahwa seseorang atau hati nurani kita itu benar atau tidak ?

Jawaban :

Dalam diri kita harus punya filter yaitu aqidah, sebenarnya hati nurani kita itu bersih namun kita mau menggunakannya atau tidak. Perempuan yang baik adalah yang istiqomah juga keilmuannya banyak tidak hanya berbicara kamu benar atau salah saja. Pemikiran kuat, Ibadah taat.

Agar tidak terbawa pemikiran luar?

Jawaban :

Sebagai muslim ada 4 : Aqidah, Ibadah,  Mu’amalah Duniawiyah, Akhlaq

Berbicara dengan orang non islam, adalah masalah Mu’amalah Duniawiyah dan Akhlaq. Aqidah dan Ibadah tidak termasuk.

Hal toleransi sesama muslim adalah hal furu’iyah(cabang) dan sudah selesai

Toleransi dengan selain muslim adalah dalam hal kemanusiaan

2.      Pentingnya edukasi baik buruk nya childfree sendiri bagi yang belum mengetahui bagaimana hukumnya/karena tahu faham itu dari orang awam yg mereka ikuti entah influencer dsb karena dengan pandangan Islam sendiri yang cenderung bertentangan mengenai itu, bagaimana agar mereka juga mengerti baiknya mempunyai keturunan agar juga dapat melanjutkan cita-cita orang tua nya menjadi anak yang shalih shalihah dan menuntun ke surga ?

Jawaban :

Pemahaman yang setengah- setengah akan melahirkan tindakan yang setengah -setengah juga. Maka banyak membaca sumber-sumber tentang childfree.

Cinta itu ada 2, dua menjadi satu (suami istri) dan satu menjadi dua (ibu dan anak)

Pemahaman tentang ibu adalah madrasah ulaa harus baik

3.      Disebutkan bahwa pendapat mengenai childfree secara temporal diperbolehkan bagi muslim. Yang ingin saya tanyakan ketika sudah memutuskan seperti itu apakah boleh di publish atau tetap kita jadikan pandangan pribadi. karena sepertinya kasus viral tersebut juga mungkin maksudnya ingin memutuskan utk childfree temporal ?

Jawaban :

Pasti selalu ada pro kontra terkait childfree ini. Maka Al Qur’an dan akal harus berjalan berdampingan


«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Leave a Reply