Tematik

copyright by @ LDM - PM UMS. Theme images by kelvinjay. Powered by Blogger.

Aqidah

Shiroh

Fiqih

Keorganisasian

Kajian Rutin

Kesehatan

» » » » » » » » » » » » Dahsyatnya Istighfar




Bismillahirrahmaniirrahim

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, apa kabar temen-temen?
Semoga kita semua senantiasa dalam keadaan sehat dan selalu berada dalam lindungan-Nya. Aamiin..

Pada kondisi apa kita beristighfar?

Sebagai seorang muslim, tentu kalimat istighfar sudah dipahami sebagai ucapan yang biasanya kita ucapkan ketika kita melakukan sebuah kesalahan entah itu yang disengaja maupun tidak. Bahkan sebaiknya lisan kita selalu dibahasi dengan beristighfar saat kita tengah melakukan rutinitas sehari-hari sebagaimana Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam selalu mencontohkan demikian kepada ummatnya. Contohnya sebagai seorang pelajar sembari dalam perjalanan menuju kampus, menunggu kehadiran dosen, sampai saat-saat menegangkan menjelang ujian semester hingga ujian skripsi bisa kita isi dengan beristighfar dalam hati. Namun, apakah kalimat istighfar hanya diucapkan saat kita melakukan perbuatan buruk saja? Apakah kalimat istighfar hanya sebatas memohon ampunan Allah saja?


Istighfar dan Pintu Rezeki

Dalam ayat di Qur’an Surah Nuh, Allah berfirman:

فَقُلْتُ ٱسْتَغْفِرُوا۟ رَبَّكُمْ إِنَّهُۥ كَانَ غَفَّارًا . يُرْسِلِ ٱلسَّمَآءَ عَلَيْكُم مِّدْرَارًا . وَيُمْدِدْكُم بِأَمْوَٰلٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَل لَّكُمْ جَنَّٰتٍ وَيَجْعَل لَّكُمْ أَنْهَٰرًا

Yang artinya : “Aku (Nabi Nuh) berkata (pada mereka), “Beristighfarlah kepada Rabb kalian, sungguh Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan kepada kalian hujan yang lebat dari langit. Dan Dia akan memperbanyak harta serta anak-anakmu, juga mengadakan kebun-kebun dan sungai-sungai untukmu.” (QS. Nuh: 10-12)

Ayat tersebut mengandung pesan dengan jelas bahwa istighfar akan membuka pintu rezeki seseorang, bahkan turut pula membuka rezeki orang lain seperti lewat turunnya hujan. 


Istighfar Menghilangkan Kesedihan

Kemudian terdapat dalil dari sunnah Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam,

مَنْ أَكْثَرَ مِنْ الِاسْتِغْفَارِ؛ جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا، وَمِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا، وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

Yang artinya: “Barang siapa memperbanyak istighfar; niscaya Allah memberikan jalan keluar bagi setiap kesedihannya, kelapangan untuk setiap kesempitannya dan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka.” (HR. Ahmad dari Ibnu Abbas dan sanadnya dinilai sahih oleh al-Hakim serta Ahmad Syakir).

Dikatakan bahwa senantiasa beristighfar kepada Allah juga akan menjauhkan hati dari kesedihan, juga melapangkan dari segala kesempitan. Pada dasarnya, beristighfar adalah meminta ampunan kepada Allah, atas segala kesalahan dan perbuatan dosa, tetapi Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang tidak hanya akan menghapuskan dosa hamba-hamba-Nya melainkan juga akan memberikan lebih kebaikan-kebaikan. Sebab dosa adalah penghalang dari hal-hal baik yang sebetulnya akan datang kepada kita. 

Diibaratkan sebuah selang air, tumpukan dosa adalah gumpalan kotoran yang menutup aliran air, apabila senantiasa menjaga kebersihan selang dengan menghilangkan sumbatan tersebut maka air pastilah dapat mengalir dengan lancar. 


Istighfar dan Kebahagiaan

Berdasarkan konsep istighfar sebagai pengugur dosa seseorang dan yang membuat rezeki mengalir dan datang dari arah yang tidak diduga-duga, tentulah hal tersebut senantiasa akan membawa seorang muslim pada kebahagiaan.


Istighfar Menghilangkan Rasa Malas

Dari salah satu sahabat Nabi shallallahu’alaihi wasallam yaitu Al Aghorr Al Muzanni, Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda,

إِنَّهُ لَيُغَانُ عَلَى قَلْبِى وَإِنِّى لأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ فِى الْيَوْمِ مِائَةَ مَرَّةٍ

Yang artinya: “Ketika hatiku malas, aku beristigfar pada Allah dalam sehari sebanyak seratus kali.” (HR. Muslim no. 2702)

Sebagi pelajar atau mahasiswa pasti tidak jarang dilanda rasa malas dalam menjalani aktivitas, sebagaimana diketahui bahwa malas datang dari syaithon, maka beristighfar dapat menjadi obat dan solusi ampuh sebagaimana telah Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam anjurkan. Semoga kita selalu senantiasa terbiasa menjalankan amalan beristighfar setiap harinya bahkan pada saat-saat kita tidak sedang melakukan sebuah perbuatan yang salah sekalipun, dalam rangka mengharap ampunan Allah Subhaanahu wa Ta’ala. Aamiin.




Sumber :

https://muslim.or.id/7702-membuka-pintu-rizki-dengan-istighfar.html
https://muslimah.or.id/10953-bahagia-dengan-istighfar.html
https://rumaysho.com/3437-perintah-memperbanyak-istighfar.html

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Leave a Reply