Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, apa kabar temen-temen?
Semoga kita semua senantiasa dalam keadaan sehat dan selalu berada dalam lindungan-Nya. Aamiin..
Kebahagiaan merupakan sesuatu yang dicari-cari. Yang pada zaman ini banyak dari mereka mengeluh tidak memilikinya. Padahal sudah banyak jalan yang mereka tempuh untuk mencari kebahagiaan tersebut. Sebagian mereka mengira kebahagiaan terletak pada banyaknya harta, sehingga mereka terus berusaha mencari harta yang banyak. Namun kebahagiaan juga tidak dia dapatkan. Keadaan seperti apa yang telah Allah Subhaanahu Wa Ta’ala firmankan,
Semoga kita semua senantiasa dalam keadaan sehat dan selalu berada dalam lindungan-Nya. Aamiin..
Kebahagiaan merupakan sesuatu yang dicari-cari. Yang pada zaman ini banyak dari mereka mengeluh tidak memilikinya. Padahal sudah banyak jalan yang mereka tempuh untuk mencari kebahagiaan tersebut. Sebagian mereka mengira kebahagiaan terletak pada banyaknya harta, sehingga mereka terus berusaha mencari harta yang banyak. Namun kebahagiaan juga tidak dia dapatkan. Keadaan seperti apa yang telah Allah Subhaanahu Wa Ta’ala firmankan,
اَلْهٰىكُمُ التَّكَاثُرُ ۙ حَتّٰى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ
(QS. At-Takatsur:1-2)
Dan sebagian manusia menyangka bahwa kebahagiaan ada dalam tamasya sehingga dia habiskan sepanjang usianya untuk bertamasya dari satu tempat ke tempat lain. Istri dan anaknya belum cukup membuatnya bahagia sehingga dia pergi mencari kebahagiaan namun juga tidak mendapatkannya. Sebagian manusia ada yang berputus asa untuk mendapatkan kebahagiaan. Ia berkata bahwa kebahagiaan adalah ilusi indah yang tidak ada realitanya. Namun apakah benar seperti itu? Lalu bagaimana kebahagiaan yang sesungguhnya?
Orang yang Beriman dan beramal shalih
Sesungguhnya kebahagiaan itu ada pada hati yang bertakwa dan amal shalih yang murni. Merekalah yang sebenarnya telah merasakan kebahagiaan dan manisnya kehidupan karena hatinya selalu tenang, meskipun mereka hidup dengan sederhana. Berbeda dengan orang-orang yang lalai dari Allah Subhaanahu Wa Ta’ala yang selalu merasa gelisah.
Orang yang Beriman dan beramal shalih
Sesungguhnya kebahagiaan itu ada pada hati yang bertakwa dan amal shalih yang murni. Merekalah yang sebenarnya telah merasakan kebahagiaan dan manisnya kehidupan karena hatinya selalu tenang, meskipun mereka hidup dengan sederhana. Berbeda dengan orang-orang yang lalai dari Allah Subhaanahu Wa Ta’ala yang selalu merasa gelisah.
Allah Subhaanahu Wa Ta’ala telah berfirman,
مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثٰى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهٗ حَيٰوةً طَيِّبَةًۚ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ اَجْرَهُمْ بِاَحْسَنِ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ
وَالَّذِيْنَ هَاجَرُوْا فِى اللّٰهِ مِنْۢ بَعْدِ مَا ظُلِمُوْا لَنُبَوِّئَنَّهُمْ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً ۗوَلَاَجْرُ الْاٰخِرَةِ اَكْبَرُۘ لَوْ كَانُوْا يَعْلَمُوْنَۙ
Begitu pula Allah Subhaanahu Wa Ta’ala berfirman,
قُلْ يٰعِبَادِ الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوْا رَبَّكُمْ ۗلِلَّذِيْنَ اَحْسَنُوْا فِيْ هٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ ۗوَاَرْضُ اللّٰهِ وَاسِعَةٌ ۗاِنَّمَا يُوَفَّى الصّٰبِرُوْنَ اَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ
Artinya : “Katakanlah: Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertakwalah kepada Tuhanmu. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesunguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas. “
(QS. Az-Zumar: 10)
Surga Dunia
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata, “Di dunia itu terdapat surga. Barangsiapa yang tidak memasukinya, maka dia tidak akan memperoleh surga akhirat.”
Ibnul Qayyim menjelaskan bahwa surga dunia adalah mencintai Allah, mengenal Allah, senantiasa mengingat-Nya, merasa tenang dan thuma’ninah ketika bermunajat pada-Nya, menjadikan kecintaan hakiki hanya untuk-Nya, memiliki rasa takut dan dibarengi rasa harap kepada-Nya, senantiasa bertawakkal pada-Nya dan menyerahkan segala urusan hanya pada-Nya. Inilah yang sesungguhnya surga dunia yang dirindukan para pecinta surga akhirat.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ ، وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ
Artinya : “ Yang namanya kaya (ghina’) bukanlah dengan banyaknya harta (atau banyaknya kemewahan dunia). Namun yang namanya ghina’ adalah hati yang selalu merasa cukup.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Karena hati yang selalu merasa cukup itu lebih utama daripada harta yang melimpah. Barang siapa yang telah dikaruniai Allah Subhaanahu Wa Ta’ala taufik pada jalan takwa maka Allah Subhaanahu Wa Ta’ala karuniakan kepadanya hati yang bertakwa, yang dengannya dia mampu menahan diri dari segala hal yang Allah Subhaanahu Wa Ta’ala telah haramkan dan tidak melanggarnya dan dia bisa mengenali kewajiban-kewajiban dari Allah Subhaanahu Wa Ta’ala sehingga dia tidak melalaikannya.
Sungguh dia telah dikaruniai kebahagiaan. Yang demikian itu karena kebahagiaan adalah ketenangan hati, dan hati manusia berada diantara dua jari dari jari-jemari Allah Subhaanahu Wa Ta’ala Yang Maha Pengasih sehingga Dia bisa membolak-balikkannya sesuai kehendak-Nya. Jadi, kebahagiaan adalah pemberian dari Allah Subhaanahu Wa Ta’ala yang Dia berikan kepada hamba-hamba-Nya yang shalih.
Semoga Allah Subhaanahu Wa Ta’ala senantiasa memberi petunjuk kepada kita dan memberikan kita surga dunia yaitu dengan memiliki hati yang selalu merasa cukup. Aamiin..
Wallahu A’lam
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh
Semoga Allah Subhaanahu Wa Ta’ala senantiasa memberi petunjuk kepada kita dan memberikan kita surga dunia yaitu dengan memiliki hati yang selalu merasa cukup. Aamiin..
Wallahu A’lam
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh
Sumber :
1. https://muslim.or.id/2538-letak-kebahagiaan-bukan-pada-kemewahan-dunia.html
2. https://rumaysho.com/335-letak-kebahagiaan-adalah-di-hati.html
3. https://rumaysho.com/1029-3-tanda-kebahagiaan.html
4. https://youtu.be/avG6wWmnIKw
5. https://www.islampos.com/55726-55726/
1. https://muslim.or.id/2538-letak-kebahagiaan-bukan-pada-kemewahan-dunia.html
2. https://rumaysho.com/335-letak-kebahagiaan-adalah-di-hati.html
3. https://rumaysho.com/1029-3-tanda-kebahagiaan.html
4. https://youtu.be/avG6wWmnIKw
5. https://www.islampos.com/55726-55726/



No comments: