Tematik

copyright by @ LDM - PM UMS. Theme images by kelvinjay. Powered by Blogger.

Aqidah

Shiroh

Fiqih

Keorganisasian

Kajian Rutin

Kesehatan

» » » » Dimanakah Letak Batas Kesabaran ?





Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, apa kabar ikhwan dan akhwat sekalian?

Semoga kita senantiasa dalam keadaan sehat walafiat dan selalu berada dalam lindungan-Nya. Aamiin..

Ikhwan dan akhwat sekalian sebagai manusia biasa pasti kesabaran yang kita punya sering diuji oleh cobaan maupun oleh orang-orang terdekat kita. Lalu sebenarnya apakah sabar itu ada batasnya?

Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rahimahullah berkata, “Sabar adalah meneguhkan diri dalam menjalankan ketaatan kepada Allah, menahannya dari perbuatan maksiat kepada Allah, serta menjaganya dari perasaan dan sikap marah dalam menghadapi takdir Allah….” (Syarh Tsalatsatul Ushul, hal. 24).

Dengan kata lain sabar yaitu menahan diri dari hal-hal yang ingin dilakukan namun dilarang oleh syariat, menahan diri dari emosi dan tidak mengeluh ketika sedang mengalami musibah. Kedua hal tersebut adalah satu hal yang harus dilewati untuk berada dijalan Allah Ta’ala.

Hakikatnya, kesabaran itu tidak memiliki batas. Namun, kita adalah orang-orang yang mempunyai keterbatasan dalam bersabar. Kesabaran itu tidak terbatas karena Allah Ta’ala juga memberikan pahala yang tidak terbatas kepada siapa saja yang mau dan mampu bersabar.

Allah Ta’ala berfirman,

اِنَّمَا يُوَفَّى الصّٰبِرُوْنَ اَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

Artinya: “Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az-Zumar: 10).

Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “Kedudukan sabar dalam iman laksana kepala bagi seluruh tubuh. Apabila kepala sudah terpotong maka tidak ada lagi kehidupan di dalam tubuh.” (Al Fawa’id, hal. 95). Demikian pula, ketika kesabaran itu hilang maka imanpun ikut hilang.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Barang siapa yang menempa diri untuk sabar, maka Allah akan jadikan dia penyabar. Dan tidaklah seorang diberikan suatu karunia yang lebih baik dan lebih luas daripada kesabaran” (HR. Bukhari dan Muslim).

Ikhwan dan akhwat sekalian. Namun, sabar itu tidak hanya sabar ketika terkena musibah saja. Terdapat tiga jenis kesabaran yaitu sabar dalam ketaatan kepada Allah Ta’alasabar dalam menjahui kemaksiataan, dan sabar dalam menerima takdir Allah Ta’ala.

1. Sabar dalam Ketaatan kepada Allah Ta’ala

Yaitu bersabar dalam melakukan semua ketaatan kepada Allah Ta’ala. Perlu diketahui bahwa ketaatan itu sulit bagi jiwa seseorang. Terkadang ketaatan juga membuat kita terasa malas dan lelah. Pada dasarnya ketaatan itu terdapat rasa berat dalam jiwa dan raga sehingga butuh adanya kesabaran dan dipaksakan.

Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ                                                                                         


Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.” (QS. Ali Imron [3] : 200).

Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah mengatakan bahwa dalam melakukan ketaatan juga butuh kesabaran yang terus menerus dijaga karena:

(1) Ketaatan itu akan membebani seseorang dan mewajibkan sesuatu pada jiwanya,

(2) Ketaatan itu terasa berat bagi jiwa, karena ketaatan itu hampir sama dengan meninggalkan maksiat yaitu terasa berat bagi jiwa yang selalu memerintahkan pada keburukan.

2. Sabar dalam Menjahui kemaksiatan

Jika ada seseorang yang sering mengajak kepada kejelekan, hendaklah menahan diri dari perbuatan-perbuatan terlarang seperti menipu, berdusta, berzina, minum minuman keras dan berbagai maksiat lainnya. Seseorang harus menahan diri dan menjahui dari hal-hal semacam itu. Hal ini tentu saja membutuhkan paksaan dari diri dan menahan diri dari hawa nafsu.

3. Sabar Menerima Takdir Allah Ta’ala  

Takdir Allah Ta’ala tentu ada yang menyenangkan dan ada yang terasa pahit. Untuk takdir Allah Ta’ala yang menyenangkan, hendaknya seseorang harus bersyukur. Sedangkan takdir Allah Ta’ala yang dirasa pahit misalnya seseorang sedang mendapat suatu musibah, hendaknya seseorang tersebut sabar menahan dirinya jangan sampai menampakkan kegelisanhannya pada ucapannya, hatinya, atau anggota badan. Dan hendaknya tetap berfikir positif  kepada Allah Ta’ala atas apa yang telah menimpanya.

Manfaat Bersabar

Sabar adalah sikap menahan emosi, keinginan dan bertahan dalam keadaan sulit tanpa mengeluh. Selain menenangkan pikiran ternyata sabar dapat memberikan banyak manfaat, terutama dalam hal kesehatan mental. Berikut beberapa manfaat dalam bersabar antara lain:

1. Mencegah Penyakit

Manfaat sabar dapat mencegah dari berbagai penyakit. Dari hasil studi yang dirilis oleh (Journal  of American Medical Association di tahun 2003), menunjukkan bahwa orang yang memiliki banyak kesabaran dalam hidup memiliki risiko lebih rendah terkena tekanan darah tinggi (hipertensi) bahkan penyakit jantung dibandingkan mereka yang tidak.

Seseorang yang tidak sabar cenderung akan mudah emosi, yang pada akhirnya memicu peningkatakm tekanan darah dan peningkatan denyut jantung yang bisa menyebabkan seseorang terkena serangan jantung mendadak.

2. Menghindari Stres

Sesuatu yang dikerjakan secara terburu-buru hanya akan menambah beban pikiran dan mengurangi hasil produktivitas yang kurang maksimal. Akibatnya, muncullah rasa stres, yang mana dapat menimbulkan sejumlah penyakit, bahkan tak jarang komplikasi yang mengancam nyawa. Maka hendaknya kita mengerjakan sesuatu dengan tenang dan lebih fokus.

3. Mencegah kerusakan DNA

Sebuah studi yang dilakukan oleh tim peneliti dari Singapura berhasil menemukan korelasi antara sifat sabar dengan kesehatan DNA, dalam hal ini ialah struktur DNA terkecil yang berfungsi memproteksi DNA dari kerusakan yang bernama telomere. Dikatakan dalam penelitian tersebut bahwa orang yang tidak sabar memiliki struktur telomere yang lebih pendek ketimbang orang yang penyabar. Padahal, struktur telomere yang pendek menyebabkan seseorang rentan terhadap kerusakan DNA, yang dapat menyebabkan kematian dini.

4. Hidup tenteram dan damai

Manfaat sabar lainnya adalah membuat hidup menjadi lebih tenang dan damai. Seorang akademisi dari Pace University, Amerika Serikat, Daniel Baugher, mengatakan jika sifat tidak sabar hanya akan menyebabkan rasa gelisah, marah, bahkan tidak jarang membuat seseorang gemar memusuhi orang lain. Sebaliknya, berperilaku sabar menjadikan hidup terasa ringan, tenteram, dan damai karena Anda mampu melalui segalanya dengan penuh ketenangan sebagai efek dari bersabar.

Adapula beberapa kendala yang dialami dalam menuju kesabaran seperti tergesa-gesa, kemarahan dan putus asa adalah kendala terbesar untuk bisa berlaku sabar.

Hal-hal untuk Melatih Diri dan Memperkuat Kesabaran

  • Selalu bersyukur atas segala sesuatu yang telah dicapai dalam kehidupan.
  • Mengimani bahwa dunia itu semuanya milik Allah. Dia memberikan kepada siapa yang dikehendakinya dan tidak memberikan kepada siapa yang dikehendakinya.
  • Menjadi pribadi yang mudah memaafkan atas kesalahan orang lain.
  • Yakin akan adanya jalan keluar. Allah menjadikan bahwa di dalam setiap kesulitan ada kemudahan dan rahmat dari Allah Ta’ala.
  • Tarik nafas dalam-dalam ketika ingin marah. Ketika sudah mulai marah, coba untuk bernapas dalam-dalam lalu bicara pada diri sendiri sesuatu yang positif sehingga pikiran untuk marah dapat diredam. Tarik napas dalam-dalam sambil menenangkan diri sendiri. Hindari konsumsi alkohol atau obat-obatan terlarang yang dapat membuat kamu lebih impulsif dalam mengambil tindakan.
  • Jangan mudah menyerah meskipun mengalami banyak kegagalan.
  •  Memohon pertolongan kepada Allah Ta’la, berlindung di bawah naungan-Nya, dan mencari bantuan- Nya.

Sabar Bukan Berarti kita Lemah

Jika seseorang memilih untuk tetap bersabar, bukan berarti dia lemah tak berdaya. Sebaliknya, sabar merupakan sumber kekuatan dan dapat mendatangkan pertolongan dari Allah Ta’ala.

Allah Ta’ala berfirman,

وَاسْتَعِينُواْ بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلاَّ عَلَى الْخَاشِعِينَ

Artinya: “Jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.” (QS. Al-Baqarah: 45).

Sabar Bukti Keimanan

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

عَجَبًا ِلأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ لَهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَلِكَ ِلأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْراً لَهُ

Artinya: “Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusannya adalah baik baginya. Hal ini tidak didapatkan, kecuali pada diri seorang mukmin. Apabila mendapatkan kesenangan, dia bersyukur, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya. Sebaliknya, apabila tertimpa kesusahan, dia pun bersabar, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya.” (HR. Muslim).

Allah Taala juga menerangkan bahwa kesabaran merupakan ciri orang beriman dalam firman-Nya,

وَالصّٰبِرِيْنَ فِى الْبَأْسَاۤءِ وَالضَّرَّاۤءِ وَحِيْنَ الْبَأْسِۗ اُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ صَدَقُوْا ۗوَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُتَّقُوْنَ

Artinya: “Dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan, dan dalam peperangan, mereka itulah orang-orang yang benar (imannya), dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Baqarah : 177).

Sabar Merupakan Anugerah

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

وَمَا أُعْطِيَ أَحَدٌ مِنْ عَطَاءٍ خَيْرٌ وَأَوْسَعُ مِنَ الصَّبْرِ

Artinya: “Tidak ada sebuah anugerah yang lebih baik dan lebih besar bagi seseorang daripada kesabaran.” (HR. Muslim).

Anugerah yang diberikan oleh Allah Ta’ala berupa berkah, rahmat, dan petunjuk-Nya. Hal ini sebagaimana firman Allah Ta’ala,

أُولَٰئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِّن رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ

Artinya: “Mereka itulah orang-orang yang mendapatkan berkah yang sempurna dan rahmat dari Rabb mereka (Allah), dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al-Baqarah: 157).

Semoga Allah Ta'ala menganugerahkan kepada kita kekuatan iman untuk bersabar menghadapi kesulitan, hidup taat dan menjauhi maksiat. Dan semoga Allah membantu kita untuk mengungkapkan rasa syukur kepada-Nya dengan hati, lisan dan anggota badan kita. Allah Ta'ala berfirman,

وَإِذۡ تَأَذَّنَ رَبُّكُمۡ لَٮِٕن شَڪَرۡتُمۡ لَأَزِيدَنَّكُمۡ‌ۖ وَلَٮِٕن ڪَفَرۡتُمۡ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ

Artinya: “Sungguh, jika kalian bersyukur pasti Aku tambahkan nikmat kepada kalian. Akan tetapi jika kalian kufur, maka sesungguhnya azab-Ku teramat pedih” (QS. Ibrahim: 7).

 

 

Wallahu a’lam. Wa shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammadin wa ‘ala alihi wa sallam. Walhamdulillahi Rabbil ‘alamin.

 

Sumber:

·         https://muslim.or.id/66285-pentingnya-sabar.html

·         https://konsultasisyariah.com/10371-batas-kesabaran.html

·         https://muslim.or.id/81860-kesabaran-yang-terbatas.html

·         https://muslimah.or.id/3724-sabar-itu-akan-selalu-indah.html

·         https://www.halodoc.com/artikel/dianggap-sepele-menahan-marah-pengaruhi-kesehatan-mental

·         https://muhammadiyah.or.id/sabar-sebagai-penolong/

·         http://bogor-kota.muhammadiyah.or.id/artikel-3-macam-sabar-menurut-ulama-detail-964.html

·         https://tabligh.id/belajar-untuk-sabar/

 

 

 

 

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

1 comments: