Tematik

copyright by @ LDM - PM UMS. Theme images by kelvinjay. Powered by Blogger.

Aqidah

Shiroh

Fiqih

Keorganisasian

Kajian Rutin

Kesehatan

» » » » » Apa Hikmah Dari Berqurban?


 
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh, bagaimana kabar teman-teman?

Semoga kita senantiasa dirahmati Allah Subhaanahu Wa Ta’ala dan selalu berada dalam perlindungan-Nya. Aamiin..

Beberapa hari yang lalu khususnya umat Muslim telah merayakan hari raya Idul Adha, hari raya Idul Adha merupakan salah satu perayaan penting bagi umat Muslim di seluruh dunia. Dimana seluruh umat Muslim merayakan momen yang bersejarah ketika Nabi Ibrahim 'alaihissalam bersedia mengorbankan putranya yaitu Ismail atas perintah dari Allah Subhaanahu Wa Ta’ala. Hari raya Idul Adha juga biasa dikenal dengan sebutan hari raya Qurban. Lalu, apa hikmah yang kita dapat dari berqurban? 

Berqurban artinya mengorbankan hak dan harta yang kita punya. “Berqurban” berarti kesungguhan manusia menyerahkan segalanya kepada Allah Subhaanahu Wa Ta’ala. Orang yang berqurban hendaknya mengikhlaskan ibadahnya hanya untuk Allah Subhaanahu Wa Ta’ala, bukan untuk pamer dan diagung-agungkan, jaga keikhlasan jangan kita palingkan kepada makhluk dan jangan karena kita berqurban hanya agar dipuji oleh manusia. 

Allah Subhaanahu Wa Ta’ala berfirman,

اِنَّآ اَعْطَيْنٰكَ الْكَوْثَرَۗ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ اِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْاَبْتَرُ ࣖ

Artinya: “Sesungguhnya Kami telah memberimu (Nabi Muhammad) nikmat yang banyak. Maka, laksanakanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah!” (QS. Al Kautsar: 1-3)

Syekh Abdurrahman bin Nashir as Sa’diy rahimahullahu menjelaskan,

خص هاتين العبادتين بالذكر، لأنهما من أفضل العبادات وأجل القربات. ولأن الصلاة تتضمن الخضوع [في] القلب والجوارح لله، وتنقلها في أنواع العبودية، وفي النحر تقرب إلى الله بأفضل ما عند العبد من النحائر، وإخراج للمال الذي جبلت النفوس على محبته والشح به

Artinya: “Allah mengkhususkan dua ibadah ini karena keduanya adalah di antara ibadah yang paling utama dan jalan mendekatkan diri kepada Allah yang paling baik. Salat sendiri adalah ibadah yang menggabungkan antara tunduknya hati dan anggota tubuh hanya kepada Allah. Dan di dalam ibadah kurban juga terdapat bentuk pendekatan diri kepada Allah dengan mengurbankan hewan paling baik dan mengeluarkan harta yang dicintai oleh hati.” (Tafsir As-Sa’diy, hal. 935)

Dalam ayat yang lain Allah Subhaanahu Wa Ta’ala berfirman,

قُلْ اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ لَا شَرِيْكَ لَهٗ ۚوَبِذٰلِكَ اُمِرْتُ وَاَنَا۠ اَوَّلُ الْمُسْلِمِيْنَ

Artinya: “Katakanlah (Nabi Muhammad), ‘Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Itulah yang diperintahkan kepadaku. Aku adalah orang yang pertama dalam kelompok orang muslim.’” (QS. Al An’am: 162-163)


Adapun tujuan berqurban yaitu agar kita mendekatkan diri, mengingat, berdzikir dan menyebut nama Allah Subhaanahu Wa Ta’ala. Bertakbir bukan hanya dengan lisan tetapi dengan hati dan jiwa kita. 

Allah Subhaanahu Wa Ta’ala berfirman,

            وَلِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنسَكًا لِّيَذْكُرُوا۟ ٱسْمَ ٱللَّهِ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُم مِّنۢ بَهِيمَةِ ٱلْأَنْعَٰمِ ۗ فَإِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَٰحِدٌ فَلَهُۥٓ أَسْلِمُوا۟ ۗ وَبَشِّرِ ٱلْمُخْبِتِينَ

Artinya: “Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah)” (QS. Al Hajj: 34)

Beberapa hikmah yang dapat kita dapatkan dari berqurban yaitu,

Bentuk rasa syukur kita kepada Allah Subhaanahu Wa Ta’ala

Bersyukur atas segala nikmat yang telah Allah Subhaanahu Wa Ta’ala berikan kepada kita. Allah Subhaanahu Wa Ta’ala berfirman,

وَاٰتٰىكُمْ مِّنْ كُلِّ مَا سَاَلْتُمُوْهُۗ وَاِنْ تَعُدُّوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ لَا تُحْصُوْهَاۗ اِنَّ الْاِنْسَانَ لَظَلُوْمٌ كَفَّارٌ ࣖ

 Artinya: “Dia telah menganugerahkan kepadamu segala apa yang kamu mohonkan kepada-Nya. Jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sesungguhnya manusia itu benar-benar sangat zalim lagi sangat kufur.” (QS. Ibrahim: 34)

Bersyukur atas nikmat harta kemudian menggunakannya untuk ibadah kepada Allah Subhaanahu Wa Ta’ala merupakan sebaik baik cara bersyukur.

Melaksanakan ajaran  Nabi Ibrahim ‘alaihissalam

Sebagaimana firman Allah Subhaanahu Wa Ta’ala,

ثُمَّ اَوْحَيْنَآ اِلَيْكَ اَنِ اتَّبِعْ مِلَّةَ اِبْرٰهِيْمَ حَنِيْفًا ۗوَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ

 Artinya:“Kemudian, Kami wahyukan kepadamu (Nabi Muhammad), ‘Ikutilah agama Ibrahim sebagai (sosok) yang hanif dan dia tidak termasuk orang-orang musyrik.’” (QS. An-Nahl: 123)

Mengingat kesabaran Nabi Ibrahim ‘alaihissalam

Agar setiap mukmin mengingat kesabaran dari Nabi Ibrahim dan Isma’il ‘alaihissalam, yang taat dan kecintaan kepada Allah Subhaanahu Wa Ta’ala lebih besar dari diri sendiri dan anak. Jika sekarang kita hanya diperintahkan untuk berqurban menyembelih seekor hewan, maka beliau dulu harus rela dan bersabar ketika diuji dengan perintah untuk menyembelih putranya Ismail ‘alaihissalam.
Lebih baik ibadah qurban daripada bersedekah dengan uang yang senilai dengan hewan qurban.

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Penyembelihan yang dilakukan pada waktu mulia lebih afdal daripada sedekah senilai penyembelihan tersebut. Oleh karenanya, jika seseorang bersedekah untuk menggantikan kewajiban penyembelihan pada manasik tamattu’ dan qiran (dalam ibadah haji) meskipun dengan sedekah yang bernilai berlipat ganda, tentu tidak bisa menyamai keutamaan qurban.” (Talkhish Kitab Ahkamil Ushiyyah wadz Dzakaah, hlm 11-12 dan Shahih Fiqh Sunnah, 2:379)


Untuk meraih taqwa 

Qurban dilakukan untuk meraih taqwa. Yang ingin dicapai dari ibadah qurban adalah keikhlasan dan ketakwaan. Allah Subhaanahu Wa Ta’ala berfirman,

لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ

Artinya: “Daging-daging unta dan darahnya itu sekali kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.” (QS. Al-Hajj: 37)

Menambah rasa cinta antar sesama muslim

Dengan berqurban manusia diajarkan untuk berbagi kepada mukmin lain. Dengan adanya qurban ini kaum muslimin yang kurang mampu bisa ikut merasakan bagaimana indahnya islam di hari raya qurban tersebut.


Sumber:
1.    https://muslim.or.id/1601-meraih-takwa-melalui-ibadah-qurban.html
2.    https://muslimah.or.id/10883-hikmah-di-balik-qurban.html
3.    https://suaramuhammadiyah.id/2016/09/17/hikmah-ibadah-qurban/amp/
4.    https://www.youtube.com/live/8o6FhJgd9Ss?feature=share


«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Leave a Reply