Tematik

copyright by @ LDM - PM UMS. Theme images by kelvinjay. Powered by Blogger.

Aqidah

Shiroh

Fiqih

Keorganisasian

Kajian Rutin

Kesehatan

» » Lelahmu Memuliakanmu

 


Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh, bagaimana kabar ikhwah sekalian? Semoga kita senantiasa dirahmati Allah Subhanahu wa ta’ala dan selalu berada dalam perlindungan-Nya ya. Aamiin.

Menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi setiap muslim. Sehingga sudah sepantasnya kita bersyukur kepada Allah Subhanahu wa ta’ala karena atas taufik-Nya semata kita dapat menjadi seorang penuntut ilmu. Oleh karena itu hendaknya kita senantiasa memiliki sikap rela berkorban bahkan dengan jiwa raga dan harta untuk memperoleh ilmu tersebut. Kita juga hendaknya senantiasa menyibukkan diri menggunakan waktu dalam kegiatan keilmuan, karena ilmu itu tidak bisa diperoleh hanya melalui angan-angan dan kemalasan.

Mari kita sama-sama rehat sejenak untuk merenungkan nasehat dari Imam Asy Syafi’i, yaitu:

Berlelah-lelahlah, manisnya hidup baru terasa setelah lelah berjuang

Aku melihat air menjadi keruh karena diam tertahan

Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, akan keruh menggenang

Singa, jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa

Anak panah, jika tak tinggalkan busur tak akan kena sasaran

Biji emas bagaikan tanah sebelum digali dari tambang

Kayu gaharu tak ubahnya kayu biasa jika di dalam hutan

Jika kau tak sanggup menahan lelahnya belajar, maka kau harus menahan perihnya kebodohan

Sehingga,  dapat kita ambil hikmah dari nasehat Imam Asy Syafi’i bawasannya lelahnya seorang penuntut ilmu menjadi sebuah keberkahan. Kemudian perjalanan panjangnya menuai kemenangan dan tekadnya menjadi penyambung pahalanya dimasa mendatang.

Telah terdapat banyak sekali ayat-ayat Al-Qur’an dan hadis Nabi yang membahas tentang keutamaan ilmu dan orang-orang yang memilikinya.

Nabi bersabda,

وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا، سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

“Barangsiapa yang menempuh jalan dalam rangka menuntut ilmu (agama), maka akan Allah Ta’ala mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim no. 2699)

Lebih-lebih jika mereka menahan beratnya safar (perjalan jauh) terpisah dari keluarga dan kampung halaman. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala melipatgandakan pahala bagi mereka. Selain itu, menuntut ilmu wajib hukumnya atas setiap muslim (fardhu ‘ain) sehingga berdosalah setiap orang yang meninggalkannya. Sebagaimana sabda Rasulullah

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

”Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim.” (HR. Ibnu Majah. Dinilai shahih oleh Syaikh Albani dalam Shahih wa Dha’if Sunan Ibnu Majah no. 224)

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman,

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ

“Allah meninggikan derajat orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang berilmu beberapa derajat.”(QS. Al-Mujadalah: 11)

Rasulullah bersabda:

مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّههُ فِي الّذِيْنِ

“Barangsiapa yang dikehendaki baik oleh Allah, maka Allah akan memberi kefahaman kepadanya dalam masalah agama.” (HR. Al-Bukhari No. 71 dan Muslim No. 1037)

Dalam hadis tersebut dijelaskan bahwa Allah Subhanahu wa ta’ala memberikan tanda-tanda kebaikan kepada seorang hamba dengan memberikan kefahaman terhadap masalah agama. Hal ini karena ilmu agama menjadikan seseorang hanya beribadah kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dengan ilmu dan berdakwah dengan ilmu pula.

Adapun dalam kesempatan kali ini, kami akan membahas mengenai “3 Wasiat untuk Para Penuntut Ilmu”, diantaranya yaitu:

1.        Mengikhlaskan Niat untuk Allah Ta’ala

Asal-usul manusia adalah berada dalam kebodohan, oleh karena itu mengikhlaskan niat hanya untuk Allah Subhanahu wa ta’ala dalam menuntut ilmu agama adalah dengan meniatkan mengangkat kebodohan dirinya sendiri kemudian mengangkat kebodohan dari orang lain. Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman,

وَاللَّهُ أَخْرَجَكُمْ مِنْ بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ لَا تَعْلَمُونَ شَيْئًا وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

 

“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberikan kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.” (QS. An-Nahl [16]: 78)

Setiap apa yang diperintahkan Allah Subhanahu wa ta’ala adalah ibadah, sehingga menuntut ilmu dimanapun tempatnya juga bernilai ibadah apabila niatnya ikhlas hanya untuk Allah Ta’ala semata.

 

2.        Mengamalkan Ilmu Agama

Amal merupakan hasil dari terjaganya dan bertambahnya ilmu. Setiap kita hendaknya berdo’a kepada Allah Subhanahu wa ta’ala untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat serta dapat mengamalkannya dan mengajarkannya. Nabi mengajarkan do’a,

اللَّهُمَّ انْفَعْنِي بِمَا عَلَّمْتَنِي، وَعَلِّمْنِي مَا يَنْفَعُنِي، وَزِدْنِي عِلْمً

 

“Ya Allah, berilah manfaat dari ilmu yang telah Engkau ajarkan kepadaku. Ajarkanlah kepadaku ilmu yang bermanfaat. Dan tambahkanlah ilmu untukku.” (HR. Tirmidzi no. 3599 dan Ibnu Majah no. 251 dan no. 3833, shahih)

 

3.        Mendakwahkan Ilmu yang telah dipelajari

Berkenaan dengan mengamalkan dan mendakwahkan ilmu, Allah Ta’ala berfirman,

وَإِذْ أَخَذَ اللَّهُ مِيثَاقَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ لَتُبَيِّنُنَّهُ لِلنَّاسِ وَلَا تَكْتُمُونَهُ

“Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil janji dari orang-orang yang telah diberi kitab (yaitu), “Hendaklah kamu menerangkan isi kitab itu kepada manusia, dan jangan kamu menyembunyikannya.” (QS. Ali ‘Imran [3]: 187)

Dan bagi siapa saja yang tidak mengamalkan dari ilmu yang telah dipelajarinya maka ia akan mendapat hukuman berupa dicabutnya ilmu, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa ta’ala,

 

فَبِمَا نَقْضِهِمْ مِيثَاقَهُمْ لَعَنَّاهُمْ وَجَعَلْنَا قُلُوبَهُمْ قَاسِيَةً يُحَرِّفُونَ الْكَلِمَ عَنْ مَوَاضِعِهِ وَنَسُوا حَظًّا مِمَّا ذُكِّرُوا بِهِ

“(Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, Kami laknat mereka dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka mengubah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya.” (QS. Al-Maidah [5]: 13)

 


 

Sumber:

Al-Badr, Syaikh Abdul Muhsin Bin Hamd Al-‘Abbad. “Penutup (Wasiat Untuk Para Penuntut Ilmu)” dalamhttps://almanhaj.or.id/680-penutup-wasiat-untuk-para-penuntut-ilmu.html. Diakses pada 15 Juni 2021.

Hakim, M.S. 2020. “3 Wasiat Untuk Para Penuntut Ilmu” dalam https://muslim.or.id/57183-3-wasiat-untuk-para-penuntut-ilmu.html. Diakses pada 17 Juni 2021.

Majalah Islami Adz-Dzakhiirah. 2011. “Wasiat Emas Imam Syafi’i Seputar Menuntut Ilmu” dalam https://www.majalahislami.com/wasiat-emas-imam-syafi%E2%80%99i-seputar-menuntut-ilmu. Diakses pada 17 Juni 2021.

Rohmah, Weta N. 2017. “Wahai Penuntut Ilmu Lelahmu Memuliakanmu” dalam https://www.kuttabalfatih.com/wahai-penuntut-ilmulelahmu-memuliakanmu/. Diakses pada 16 Juni 2021. 


«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Leave a Reply