Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh, bagaimana kabar
ikhwah sekalian? Semoga kita
senantiasa dirahmati Allah Subhanahu wa ta’ala dan
selalu berada dalam perlindungan-Nya ya. Aamiin.
Menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi setiap muslim. Sehingga
sudah sepantasnya kita bersyukur kepada Allah Subhanahu wa ta’ala karena atas
taufik-Nya semata kita dapat menjadi seorang penuntut ilmu. Oleh karena itu
hendaknya kita senantiasa memiliki sikap rela berkorban bahkan dengan jiwa raga
dan harta untuk memperoleh ilmu tersebut. Kita juga hendaknya senantiasa
menyibukkan diri menggunakan waktu dalam kegiatan keilmuan, karena ilmu itu
tidak bisa diperoleh hanya melalui angan-angan dan kemalasan.
Mari
kita sama-sama rehat sejenak untuk merenungkan nasehat dari Imam Asy Syafi’i,
yaitu:
Berlelah-lelahlah,
manisnya hidup baru terasa setelah lelah berjuang
Aku
melihat air menjadi keruh karena diam tertahan
Jika
mengalir menjadi jernih, jika tidak, akan keruh menggenang
Singa,
jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa
Anak
panah, jika tak tinggalkan busur tak akan kena sasaran
Biji
emas bagaikan tanah sebelum digali dari tambang
Kayu
gaharu tak ubahnya kayu biasa jika di dalam hutan
Jika
kau tak sanggup menahan lelahnya belajar, maka kau harus menahan perihnya
kebodohan
Sehingga,
dapat kita ambil hikmah dari nasehat
Imam Asy Syafi’i bawasannya lelahnya seorang penuntut ilmu menjadi sebuah
keberkahan. Kemudian perjalanan panjangnya menuai kemenangan dan tekadnya
menjadi penyambung pahalanya dimasa mendatang.
Telah terdapat banyak sekali ayat-ayat Al-Qur’an dan hadis Nabi
yang membahas tentang keutamaan ilmu dan orang-orang yang memilikinya.
Nabi ﷺ bersabda,
وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا
يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا، سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
“Barangsiapa yang menempuh jalan dalam rangka
menuntut ilmu (agama), maka akan Allah Ta’ala mudahkan baginya jalan menuju
surga.” (HR. Muslim no. 2699)
Lebih-lebih jika mereka menahan beratnya safar (perjalan jauh)
terpisah dari keluarga dan kampung halaman. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala
melipatgandakan pahala bagi mereka. Selain itu, menuntut ilmu wajib
hukumnya atas setiap muslim (fardhu ‘ain) sehingga berdosalah setiap orang yang
meninggalkannya. Sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
”Menuntut ilmu
itu wajib atas setiap muslim.” (HR. Ibnu Majah.
Dinilai shahih oleh Syaikh Albani dalam Shahih wa Dha’if Sunan
Ibnu Majah no. 224)
Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman,
يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا
مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ
“Allah meninggikan derajat orang-orang yang beriman di antara
kalian dan orang-orang yang berilmu beberapa derajat.”(QS. Al-Mujadalah: 11)
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا
يُفَقِّههُ فِي الّذِيْنِ
“Barangsiapa yang dikehendaki baik oleh Allah, maka Allah akan
memberi kefahaman kepadanya dalam masalah agama.” (HR. Al-Bukhari No. 71 dan
Muslim No. 1037)
Dalam hadis tersebut dijelaskan bahwa Allah Subhanahu wa ta’ala memberikan
tanda-tanda kebaikan kepada seorang hamba dengan memberikan kefahaman terhadap
masalah agama. Hal ini karena ilmu agama menjadikan seseorang hanya beribadah
kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dengan
ilmu dan berdakwah dengan ilmu pula.
Adapun dalam kesempatan kali ini, kami akan membahas mengenai “3
Wasiat untuk Para Penuntut Ilmu”, diantaranya yaitu:
1.
Mengikhlaskan Niat untuk Allah Ta’ala
Asal-usul
manusia adalah berada dalam kebodohan, oleh karena itu mengikhlaskan niat hanya
untuk Allah Subhanahu wa ta’ala dalam menuntut ilmu agama adalah dengan
meniatkan mengangkat kebodohan dirinya sendiri kemudian mengangkat kebodohan
dari orang lain. Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman,
وَاللَّهُ أَخْرَجَكُمْ مِنْ بُطُونِ
أُمَّهَاتِكُمْ لَا تَعْلَمُونَ شَيْئًا وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ
وَالْأَفْئِدَةَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
“Dan
Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu
pun, dan Dia memberikan kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.”
(QS. An-Nahl [16]: 78)
Setiap
apa yang diperintahkan Allah Subhanahu wa ta’ala adalah
ibadah, sehingga menuntut ilmu dimanapun tempatnya juga bernilai ibadah apabila
niatnya ikhlas hanya untuk Allah Ta’ala semata.
2.
Mengamalkan Ilmu Agama
Amal
merupakan hasil dari terjaganya dan bertambahnya ilmu. Setiap kita hendaknya
berdo’a kepada Allah Subhanahu wa ta’ala untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat
serta dapat mengamalkannya dan mengajarkannya. Nabi ﷺ mengajarkan do’a,
اللَّهُمَّ انْفَعْنِي بِمَا
عَلَّمْتَنِي، وَعَلِّمْنِي مَا يَنْفَعُنِي، وَزِدْنِي عِلْمً
“Ya
Allah, berilah manfaat dari ilmu yang telah Engkau ajarkan kepadaku. Ajarkanlah
kepadaku ilmu yang bermanfaat. Dan tambahkanlah ilmu untukku.” (HR. Tirmidzi
no. 3599 dan Ibnu Majah no. 251 dan no. 3833, shahih)
3.
Mendakwahkan Ilmu yang telah dipelajari
Berkenaan
dengan mengamalkan dan mendakwahkan ilmu, Allah Ta’ala berfirman,
وَإِذْ أَخَذَ اللَّهُ مِيثَاقَ
الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ لَتُبَيِّنُنَّهُ لِلنَّاسِ وَلَا تَكْتُمُونَهُ
“Dan
(ingatlah), ketika Allah mengambil janji dari orang-orang yang telah diberi
kitab (yaitu), “Hendaklah kamu menerangkan isi kitab itu kepada manusia, dan
jangan kamu menyembunyikannya.” (QS. Ali ‘Imran [3]: 187)
Dan
bagi siapa saja yang tidak mengamalkan dari ilmu yang telah dipelajarinya maka
ia akan mendapat hukuman berupa dicabutnya ilmu, sebagaimana firman Allah Subhanahu
wa ta’ala,
فَبِمَا نَقْضِهِمْ مِيثَاقَهُمْ
لَعَنَّاهُمْ وَجَعَلْنَا قُلُوبَهُمْ قَاسِيَةً يُحَرِّفُونَ الْكَلِمَ عَنْ
مَوَاضِعِهِ وَنَسُوا حَظًّا مِمَّا ذُكِّرُوا بِهِ
“(Tetapi)
karena mereka melanggar janjinya, Kami laknat mereka dan Kami jadikan hati
mereka keras membatu. Mereka suka mengubah perkataan (Allah) dari
tempat-tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka
telah diperingatkan dengannya.” (QS. Al-Maidah [5]: 13)
Sumber:
Al-Badr, Syaikh
Abdul Muhsin Bin Hamd Al-‘Abbad. “Penutup (Wasiat Untuk Para Penuntut Ilmu)”
dalamhttps://almanhaj.or.id/680-penutup-wasiat-untuk-para-penuntut-ilmu.html. Diakses pada 15 Juni 2021.
Hakim, M.S.
2020. “3 Wasiat Untuk Para Penuntut Ilmu” dalam https://muslim.or.id/57183-3-wasiat-untuk-para-penuntut-ilmu.html. Diakses pada 17 Juni 2021.
Majalah Islami
Adz-Dzakhiirah. 2011. “Wasiat Emas Imam Syafi’i Seputar Menuntut Ilmu” dalam https://www.majalahislami.com/wasiat-emas-imam-syafi%E2%80%99i-seputar-menuntut-ilmu. Diakses pada 17 Juni 2021.
Rohmah, Weta N.
2017. “Wahai Penuntut Ilmu Lelahmu Memuliakanmu” dalam https://www.kuttabalfatih.com/wahai-penuntut-ilmulelahmu-memuliakanmu/. Diakses pada 16 Juni 2021.



No comments: