Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh, bagaimana kabar ikhwah sekalian?
Semoga
kita senantiasa dirahmati Allah dan selalu berada dalam perlindungan-Nya.
Pada
saat ini perhatian seluruh dunia tertuju kepada Palestina. Invasi yang
dilakukan kaum Yahudi semakin menambah daftar nama korban akibat peristiwa
tersebut. Tentu pembahasan kali ini berkaitan dengan tanah Palestina.
Seperti
yang telah kita ketahui bahwa tanah Palestina merupakan salah satu tanah yang
diberkahi oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan
menetapkan
keberkahan tanah Palestina, tanah yang juga termasuk bagian dari Syam. Dalam
Al Qur’an Allah berfirman,
سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا
مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا
حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
“Maha suci Allah, yang telah memperjalankan
hamba-Nya pada suatu malam dari Al-Masjidil Haram ke Al-Masjidil Aqsha yang
telah Kami berkahi sekelilingnya, agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian
tanda-tanda kebesaran Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha
Mengetahui.” (al-Israa/17 : 1)
Terdapat hal yang dapat dilakukan agar Palestina meraih kemenangannya :
Pertama, kaum muslimin kembali kepada agama mereka dengan kesungguhan
hati, menyerahkan setiap urusan kepada Allah, memperkuat
keimanan dan ketakwaan sebagai hamba, menghilangkan perselisihan dan mendo’akan mereka kaum muslimin, juga menolong mereka
sesuai dengan kemampuan dengan harta dan obat-obatan. Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam firman-Nya,
وَّاُخۡرٰى لَمۡ تَقۡدِرُوۡا
عَلَيۡهَا قَدۡ اَحَاطَ اللّٰهُ بِهَاؕ وَكَانَ اللّٰهُ عَلٰى كُلِّ
شَىۡءٍ قَدِيۡرًا
Yang artinya : "Dan
(kemenangan-kemenangan) atas negeri-negeri lain yang tidak dapat kamu
perkirakan, tetapi sesungguhnya Allah telah menentukannya. Dan Allah Mahakuasa
atas segala sesuatu." (QS. Al-Fath : 21)
Ayat tersebut menjelaskan bahwa keimanan yang kuat dan
keikhlasan kita kepada Allah, menjadikan kaum sekalipun lemah dapat mengalahkan kaum yang lebih kuat dengan
ketentuan-Nya. Inilah ajakan yang lebih tepat yang ada dalam Al
Qur’an dan ajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Kedua, ajakan yang diarahkan pada
kepentingan-kepentingan Yahudi adalah ajakan yang tidak bertanggung jawab.
Bahkan terkadang perbuatan semacam ini berakibat buruk kepada kaum muslimin
khususnya di Saudi Arabia. Akhirnya berbaliklah tuduhan yang tidak menyenangkan
dari negara adikuasa dengan tuduhan teroris yang negeri Saudi sendiri telah
terselamatkan dari tuduhan semacam ini selama beberapa tahun yang silam. Seruan
tersebut tidaklah jauh dari seruan yang ingin memecah belah Ahlus Sunnah. Yang
terpuji di antara orang yang kuat hatinya dan yang kuat badannya tadi
adalah orang yang berada di atas ilmu, bukan orang yang sering serampangan
yang tidak mau berpikir manakah perkara yang terpuji dan tercela. Oleh
karena itu, orang yang kuat adalah orang yang mampu menahan dirinya ketika
marah. Orang seperti ini akan melakukan perkara yang baik baginya bukan yang
membahayakannya. Orang yang tidak mampu menahan amarahnya bukanlah orang yang
pemberani dan bukanlah orang yang kuat. (Al Istiqomah, 2/271)
Ketiga, ajakan yang diserukan kepada
pemerintah Saudi untuk mengeluarkan Yahudi dari Palestina adalah ajakan yang
terburu-buru dan jauh dari memahami kenyataan kaum muslimin dalam agama maupun
strategi, juga karena tidak mengetahui kedudukan orang yang dihadapi yang
begitu kuat.
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa
sallam bersabda, “Pondasi segala sesuatu adalah Al Islam, tiangnya
adalah shalat, dan puncaknya adalah jihad.” (HR. At Tirmidzi, Hasan
Shahih). Al Islam itu sendiri adalah istislam (berserah
diri) kepada Allah dengan mentauhidkan-Nya, dan inqiyaad (patuh)
dengan mentaati-Nya, dan baraa’ah (berlepas diri) dari kesyirikan dan
pelakunya.
Di antara aksi sebagai bentuk kepedulian atas musibah
yang menimpa kaum muslimin di Palestina itu adalah aksi berupa bantuan
kemanusiaan. Bantuan berupa makanan, pakaian dan obat-obatan juga terus
mengalir dalam bentuk perseorangan maupun organisasi/lembaga. Hal ini
sebagaimana ditegaskan dalam firman-Nya,
اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الَّذِيْنَ يُقَاتِلُوْنَ
فِيْ سَبِيْلِهٖ صَفًّا كَاَنَّهُمْ بُنْيَانٌ مَّرْصُوْصٌ
(yang artinya): “Sesungguhnya Allah menyukai
orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan
mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.” (Qs. Ash Shaff: 4).
Sumber :
Muhammad Abduh Tuasikal. 2009. "Modal Utama untuk Meraih
Kemenangan di Palestina" (online), (https://rumaysho.com/136-modal-utama-untuk-meraih-kemenangan-di-palestina.html, diakses tanggal 24 Mei 2021).
Almanhaj. "Palestina, Tanah Kaum Muslimin" (online), (https://almanhaj.or.id/8028-palestina-tanah-kaum-muslimin.html, diakses tanggal 24 Mei 2021).
Abu Yazid Nurdin. 2009. "Kami Tidak Tinggal Diam Wahai Palestina"
(online), (https://muslim.or.id/501-kami-tidak-tinggal-diam-wahai-palestina.html, diakses tanggal 24 Mei 2021).



No comments: