Tematik

copyright by @ LDM - PM UMS. Theme images by kelvinjay. Powered by Blogger.

Aqidah

Shiroh

Fiqih

Keorganisasian

Kajian Rutin

Kesehatan

» » PALESTINA, ONE OF THE HEART OF ISLAM

 


Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh, bagaimana kabar ikhwah sekalian?

Semoga kita senantiasa dirahmati Allah dan selalu berada dalam perlindungan-Nya.

Pada saat ini perhatian seluruh dunia tertuju kepada Palestina. Invasi yang dilakukan kaum Yahudi semakin menambah daftar nama korban akibat peristiwa tersebut. Tentu pembahasan kali ini berkaitan dengan tanah Palestina.

Seperti yang telah kita ketahui bahwa tanah Palestina merupakan salah satu tanah yang diberkahi oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan menetapkan keberkahan tanah Palestina, tanah yang juga termasuk bagian dari Syam. Dalam Al Qur’an Allah berfirman,

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

“Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al-Masjidil Haram ke Al-Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya, agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda kebesaran Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (al-Israa/17 : 1)

 

Terdapat hal yang dapat dilakukan agar Palestina meraih kemenangannya :

Pertama, kaum muslimin kembali kepada agama mereka dengan kesungguhan hati, menyerahkan setiap urusan kepada Allah, memperkuat keimanan dan ketakwaan sebagai hamba, menghilangkan perselisihan dan mendo’akan mereka kaum muslimin, juga menolong mereka sesuai dengan kemampuan dengan harta dan obat-obatan.  Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam firman-Nya,

وَّاُخۡرٰى لَمۡ تَقۡدِرُوۡا عَلَيۡهَا قَدۡ اَحَاطَ اللّٰهُ بِهَا‌ؕ وَكَانَ اللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَىۡءٍ قَدِيۡرًا

Yang artinya : "Dan (kemenangan-kemenangan) atas negeri-negeri lain yang tidak dapat kamu perkirakan, tetapi sesungguhnya Allah telah menentukannya. Dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu." (QS. Al-Fath : 21)

Ayat tersebut menjelaskan bahwa keimanan yang kuat dan keikhlasan kita kepada Allah, menjadikan kaum sekalipun lemah dapat  mengalahkan kaum yang lebih kuat dengan ketentuan-Nya. Inilah ajakan yang lebih tepat yang ada dalam Al Qur’an dan ajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

 

Kedua, ajakan yang diarahkan pada kepentingan-kepentingan Yahudi adalah ajakan yang tidak bertanggung jawab. Bahkan terkadang perbuatan semacam ini berakibat buruk kepada kaum muslimin khususnya di Saudi Arabia. Akhirnya berbaliklah tuduhan yang tidak menyenangkan dari negara adikuasa dengan tuduhan teroris yang negeri Saudi sendiri telah terselamatkan dari tuduhan semacam ini selama beberapa tahun yang silam. Seruan tersebut tidaklah jauh dari seruan yang ingin memecah belah Ahlus Sunnah. Yang terpuji di antara orang yang kuat hatinya dan yang kuat badannya tadi adalah orang yang berada di atas ilmu, bukan orang yang sering serampangan yang tidak mau berpikir manakah perkara yang terpuji dan tercela. Oleh karena itu, orang yang kuat adalah orang yang mampu menahan dirinya ketika marah. Orang seperti ini akan melakukan perkara yang baik baginya bukan yang membahayakannya. Orang yang tidak mampu menahan amarahnya bukanlah orang yang pemberani dan bukanlah orang yang kuat. (Al Istiqomah, 2/271)

 

Ketiga, ajakan yang diserukan kepada pemerintah Saudi untuk mengeluarkan Yahudi dari Palestina adalah ajakan yang terburu-buru dan jauh dari memahami kenyataan kaum muslimin dalam agama maupun strategi, juga karena tidak mengetahui kedudukan orang yang dihadapi yang begitu kuat.

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Pondasi segala sesuatu adalah Al Islam, tiangnya adalah shalat, dan puncaknya adalah jihad.” (HR. At Tirmidzi, Hasan Shahih). Al Islam itu sendiri adalah istislam (berserah diri) kepada Allah dengan mentauhidkan-Nya, dan inqiyaad (patuh) dengan mentaati-Nya, dan baraa’ah (berlepas diri) dari kesyirikan dan pelakunya.

Di antara aksi sebagai bentuk kepedulian atas musibah yang menimpa kaum muslimin di Palestina itu adalah aksi berupa bantuan kemanusiaan. Bantuan berupa makanan, pakaian dan obat-obatan juga terus mengalir dalam bentuk perseorangan maupun organisasi/lembaga. Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam firman-Nya,

اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الَّذِيْنَ يُقَاتِلُوْنَ فِيْ سَبِيْلِهٖ صَفًّا كَاَنَّهُمْ بُنْيَانٌ مَّرْصُوْصٌ

(yang artinya): “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.” (Qs. Ash Shaff: 4).

 

Sumber :

Muhammad Abduh Tuasikal. 2009. "Modal Utama untuk Meraih Kemenangan di Palestina" (online), (https://rumaysho.com/136-modal-utama-untuk-meraih-kemenangan-di-palestina.html, diakses tanggal 24 Mei 2021).

Almanhaj. "Palestina, Tanah Kaum Muslimin" (online), (https://almanhaj.or.id/8028-palestina-tanah-kaum-muslimin.html, diakses tanggal 24 Mei 2021).

Abu Yazid Nurdin. 2009. "Kami Tidak Tinggal Diam Wahai Palestina" (online), (https://muslim.or.id/501-kami-tidak-tinggal-diam-wahai-palestina.html, diakses tanggal 24 Mei 2021). 

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Leave a Reply