Notulensi KADHIMA 2
Antara Jarak, Aku dan Kamu dalam Islam
Oleh: Ukhtina Alifia Fitriyani
Jika antunna mengaku seorang muslimah apakah antunna yakin bahwa islam the way of life? Dan apakah antunna sudah yakin bahwa islam itu adalah ajaran yang terbaik dan sudahkah dari antenna mempraktikan semua yang di hasilkan oleh islam? Jika belum mempraktikan secara keseluruhan dengan alasan apa? Karena memang belum tau atau memang tidak mau tau padahal antunna sudah mengetahui ilmunya.
Islam itu yang terbaik, seperti di dalam bukunya Michael Hart: The 100 a rangking of the most influential person in history adalah Nabi Muhammad shalallahu'alaihi wasallam karena beliau membawa syariat islam dan islam sangat penting bagi dunia dan ada beberapa ilmuwan muslim yang selalu menjadi rujukan dalam bidang sosial ada Ibnu Khaldun dengan ilmu Muqoddimah, dalam bidang kedokteran Ibnu Sina dengan ilmu Alqonun Fitthtib, dalam bidang sains dari dinasti Abbasiyah (750-125). Islam yang pernah menguasai 2/3 dunia mengapa bisa runtuh? Karena keturunannya menjadi cinta dunia dan takut mati.
Maka untuk menjadi generasi terbaik harus selalu belajar mengenai Islam secara kaffah, lebih detail dalam urusan ilmu haal (berhubungan dengan kehidupan sehari-hari; seperti shalat, zakat, puasa, haji) dan jangan pernah merasa sudah faham akan ilmu yang telah kita dan kita harus bisa memulai dari diri kita sendiri dan dalam lingkup keluarga terlebih dahulu.
Khalwat. Pengertian khalwat menurut KBBI yaitu menenangkan pikiran dan sejenisnya, dalam Bahasa Arab yaitu Khala-khulwah: sepi, sunyi, mojok. Secara istilah adalah berduaan dengan jenis tempat yang sepi atau tertutup. Adab berinteraksi dengan lawan jenis harus memperhatikan adab-adabnya antara lain:
- Tidak di tempat yang sepi.
- Tidak berada di tempat tertutup.
- Dapat dilihat dari banyak orang seperti yang dilakukan Rasulullah dengan salah serorang shahabiyah di tengah jalan utama meski tidak mengetahui yang menampilkan keduanya.
Adab-adab berkomunikasi dengan lawan jenis:
- Membawa Mahram
- Berbicara dengan tegas, lugas dan tidak meninggikan suara. Yang dicontohkan oleh Bunda Aisyah dengan sahabat yang menyampaikannya di balik tabir sehingga sahabat tidak mengetahui seperti apa bunda Aisyah, lalu Rasulullah dengan Asma' binti Yazid dan calon istri Nabi Musa.
- Dalam berkomunikasi melalui sosmed harus memperhatikan adab-adabnya seperti tidak memakai emoticon serta tidak berbicara dengan suara yang mendayu-dayu.
- Menyesuaikan dengan siapa kita berbicara dan ilmu yang dimiliki oleh lawan bicara.
- Bersahabat tapi sesuai protokol. Namun dalam persahabatan ikhwan dan akhwat tidak ada kemurnian di dalamnya, maka perlu dihindarkan.
- Jika berkomunikasi dengan lawan jenis harus dengan tujuan yang jelas semisal dalam berdakwah tapi lebih cocok dengan sesama saja.
- Dalam berkomunikasi no baper dan no ghosting.
- Menjaga sebagian pandangan, maksudnya dengan pandangan terhadap jenis yang diperlukan untuk berkomunikasi secara langsung seperti saat belajar, berdagang, dll.
Mengapa harus seribet itu? Semua itu dimulai dengan berinteraksi sesuai dengan ajaran islam dan tidak semua itu bisa terjadi secara instan melainkan mungkin dengan langkah demi langkah. Dan dengan menjaga adab dalam berinterksi dan berkomunikasinya akan kembali kepada diri sendiri antunna masing-masing agar menjaga kehormatan kita sebagai seorang wanita seperti Bunda Khadijah, dengan menjaga adab berinteraksi menyebabkan seseorang menjaga pandangannya dan otomatis firasatnya menjadi tajam (mampu berfikir jernih dan dapat membedakan yang baik dan yang buruk), dapat menjaga hati, menjaga niat dakwah seseorang karna terjaganya jarak atara ikhwan dan akhawat, mensyiarkan islam dan akhirnya menjadikan hati tentram.
Sesi Tanya Jawab:
1. Apakah ada suatu cara untuk menghasilkan islam saat ini untuk kembali menjadi generasi islam yang jaya?
Penjelasan: Dengan belajar mengenai Islam secara langsung dari kitabnya dan yang dengan orang-orang yang mampu dan ahli dalam bidangnya, namun tidak dapat dipelajari dengan cara yang instan untuk kembali pada masa islam yang jaya. Kuncinya ada pada diri kita masing-masing yang harus sadar bahwa kitalah yang menciptakan islam pada saat ini dan kita harus berjuang untuk mempelajari islam agar kembali pada masa yang jaya dan terus mensyiarkan agama islam dan terus memperbaiki diri kita sendiri kedepannya dengan terus mempelajari ilmu akhirat.
2. Di masa pandemi ini segala sesuatu serba online. Mulai dari diskusi yang tentunya melibatkan ikhwan di dalamnya dan memungkinkan komunikasi 2 pihak saja melalui japri dan diluar kendali ada beberapa yang curhat ke akhwat dibandingkan curhat ke ikhwan, lalu bagaimana cara menasihatinya?
Penjelasan: Pertama, meminta perlindungan dari Allah agar Allah melindungi kita semua dan dalam dunia hal-hal seperti itu riskan sekali. Kedua, bila dalam komunikasi terdapat pertanyaan di luar koridor dakwah maka hal tersebut tidak perlu ditanggapi. Ketiga, mungkin bisa memnita tolong ke sekum dan sekum menambahkan ke kordum dan meminta tolong menasehati ikhwan agar menjaga adab dalam komunikasi.
Closing Statement: Wanita itu adalah fitnah dunia, maka jikalau antunna belum bisa menjaga diri maka pintu fitnah itu masih terbuka. Maka untuk antunna selalu memperbaiki diri, jagalah diri kalian baik di dunia nyata dan dunia maya karena wanita itu adalah fitnah dunia.



No comments: