Assalamu’laikum Warahmatullahi Wabarakatuh, apa kabar ikhwah sekalian?
Semoga kita senantiasa dalam keadaan sehat walafiyat dan selalu berada dalam lindungan-Nya. Aamiin..
Pada pembahasan kali ini mengangkat topik tentang urgensi adab sebelum ilmu. Sebuah pembahasan yang rasanya bukan sesuatu yang asing dan belum pernah dipelajari sebelumnya. Namun, pada kenyataannya barangkali kita sering luput dalam penerapannya dan pada hakikatnya tidak ada ilmu yang tidak perlu diulang atau dimuroja’ah dalam kehidupan kita.
Kegiatan menuntut ilmu pasti sangat dekat dengan kehidupan kita terlebih sebagai mahasiswa, kita selalu berharap dan berusaha agar seluruh ilmu yang kita pelajari dapat kita pahami dengan cepat dan mudah. Namun, terkadang tanpa kita sadari ada hal yang terlewati setiap kali mempelajari sesuatu; Adab.
Mengapa adab begitu penting sampai-sampai posisi ilmu pun diletakkan di posisi kedua? Mengapa tidak bisa kita langsung saja mempelajari ilmu-ilmu yang sedang tren atau yang sangat kita butuhkan saat ini? Ada banyak sekali jawaban dan dalil tentang urgensi adab sebelum ilmu.
Adab memudahkan pemahaman ilmu
Dengan mendahulukan adab dalam menuntut ilmu, tanpa kita sadari kita lebih mudah dalam memahami ilmu. sebagaimana yang dikatakan oleh Yusuf bin Al Husain,
Adab memudahkan pemahaman ilmu
Dengan mendahulukan adab dalam menuntut ilmu, tanpa kita sadari kita lebih mudah dalam memahami ilmu. sebagaimana yang dikatakan oleh Yusuf bin Al Husain,
بالأدب تفهم العلم
“Dengan mempelajari adab, maka engkau jadi mudah memahami ilmu.”
Bahkan terkadang tidakkah tujuan kita mempelajari atau melakukan sesuatu adalah semata-mata mengharap ridho Allah Subhaanahu Wa Ta’ala? Dan adab adalah salah satu hal yang dapat mendatangkan ridho-Nya karena disitulah letak dimana kita sungguh-sungguh dalam belajar dan beramal. Dengan adab, kita seperti membangun pondasi yang baik yang dapat memberikan keberkahan dalam hal yang kita lakukan selanjutnya.
Adab lebih mencerminkan diri kita sebelum ilmu
Imam Malik pernah diminta ibunya untuk mendatangi majelis dari Robi’ah Ibnu Abi ‘Abdirrahman (seorang fakih pada masanya di Madinah), dan ibunya berkata,
“Pelajarilah adab darinya sebelum mengambil ilmuanya.”
Tidakkah ingat kisah Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam dengan seorang wanita tua yang selalu mengolok-olok dan melemparinya dengan kotoran unta? Hingga suatu hari sang wanita tua itu mengalami sakit dan Rasul pergi untuk menjenguk dan mendoakannya? Betapa tersentuhnya hati wanita tua itu dengan adab dan akhlak Rasulullah, hingga ia memutuskan untuk mengucapkan syahadat dan memasuki agama islam. Kisah itu benar-benar memberikan pesan seseorang melihat kita dari bagaimana kita bersikap sebelum menyampaikan sesuatu. Bagaimana seseorang tidak peduli dengan gelar tetapi sangat terkesan dengan adab dan akhlak, sebagai seorang muslim yang bisa kita representasikan kepada saudara non-muslim di luar sana tentang islam adalah bagaimana kita bersikap dan bertutur kata.
Ulama lebih lama mempelajari adab
Ibnul Mubarok pernah berkata,
“Kami mempelajari masalah adab itu selama 30 tahun sedangkan kami mempelajari ilmu selama 20 tahun.”
Barangkali kita hidup di zaman yang berbeda dengan ulama-ulama terdahulu dan tidak bisa menyamakan bagaimana dahulu mereka beramal dan mempelajari sesuatu, maka kita bisa menyesuaikan dengan keadaan kita pada masa kini. Pada intinya kita bisa senantiasa berusaha mengambil contoh dan menerapkannya, bagaimana mereka belajar, apa yang mereka pelajari, bagaimana mereka belajar terutama perihal adab sebelum ilmu.
Pentingnya adab bagi penuntut ilmu
Dalam kitab Madarijus Salikin, Ibnul Qayyim menekankan pentingnya adab bagi para penuntut ilmu,
“Adab seseorang adalah tanda kesuksesan dan kebahagiaannya. Kurang adab adalah tanda kegagalan dan kesedihan. Tak ada karunia yang paling bisa mendatangkan kebaikan dunia dan akhirat, melebihi adab. Dan tak ada musibah yang paling bisa menghalangi seorang dari kebaikan dunia dan akhirat, melebihi kurangnya adab.”
Sumber :
Muslim.or.id. (2021, 28 Agustus). Pelajarilah Dahulu Adab dan Akhlak. Diakses pada 16 Mei 2022, dari https://muslim.or.id/21107-pelajarilah-dahulu-adab-dan-akhlak.html
Muslim.or.id. (2020, 6 November). Agar Aku Sukses Menuntut Ilmu (Bag. 10): Berilmu Jangan Lupa Beradab. Diakses pada 16 Mei 2022, dari https://muslim.or.id/59333-agar-aku-sukses-menuntut-ilmu-bag-10-berilmu-jangan-lupa-beradab.html
Bahkan terkadang tidakkah tujuan kita mempelajari atau melakukan sesuatu adalah semata-mata mengharap ridho Allah Subhaanahu Wa Ta’ala? Dan adab adalah salah satu hal yang dapat mendatangkan ridho-Nya karena disitulah letak dimana kita sungguh-sungguh dalam belajar dan beramal. Dengan adab, kita seperti membangun pondasi yang baik yang dapat memberikan keberkahan dalam hal yang kita lakukan selanjutnya.
Adab lebih mencerminkan diri kita sebelum ilmu
Imam Malik pernah diminta ibunya untuk mendatangi majelis dari Robi’ah Ibnu Abi ‘Abdirrahman (seorang fakih pada masanya di Madinah), dan ibunya berkata,
تعلم من أدبه قبل علمه
Tidakkah ingat kisah Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam dengan seorang wanita tua yang selalu mengolok-olok dan melemparinya dengan kotoran unta? Hingga suatu hari sang wanita tua itu mengalami sakit dan Rasul pergi untuk menjenguk dan mendoakannya? Betapa tersentuhnya hati wanita tua itu dengan adab dan akhlak Rasulullah, hingga ia memutuskan untuk mengucapkan syahadat dan memasuki agama islam. Kisah itu benar-benar memberikan pesan seseorang melihat kita dari bagaimana kita bersikap sebelum menyampaikan sesuatu. Bagaimana seseorang tidak peduli dengan gelar tetapi sangat terkesan dengan adab dan akhlak, sebagai seorang muslim yang bisa kita representasikan kepada saudara non-muslim di luar sana tentang islam adalah bagaimana kita bersikap dan bertutur kata.
Ulama lebih lama mempelajari adab
Ibnul Mubarok pernah berkata,
تعلمنا الأدب ثلاثين عاماً، وتعلمنا العلم عشرين
Barangkali kita hidup di zaman yang berbeda dengan ulama-ulama terdahulu dan tidak bisa menyamakan bagaimana dahulu mereka beramal dan mempelajari sesuatu, maka kita bisa menyesuaikan dengan keadaan kita pada masa kini. Pada intinya kita bisa senantiasa berusaha mengambil contoh dan menerapkannya, bagaimana mereka belajar, apa yang mereka pelajari, bagaimana mereka belajar terutama perihal adab sebelum ilmu.
Pentingnya adab bagi penuntut ilmu
Dalam kitab Madarijus Salikin, Ibnul Qayyim menekankan pentingnya adab bagi para penuntut ilmu,
أدب المرأ عنوان سعادته وفلاحه, وقلة أدبه عنوان شقاوته وبواره, فما استجلب خير الدنيا والآخرة بمثل الأدب, ولا استجلب حرمانهما بمثل قلة الأدب
Sumber :
Muslim.or.id. (2021, 28 Agustus). Pelajarilah Dahulu Adab dan Akhlak. Diakses pada 16 Mei 2022, dari https://muslim.or.id/21107-pelajarilah-dahulu-adab-dan-akhlak.html
Muslim.or.id. (2020, 6 November). Agar Aku Sukses Menuntut Ilmu (Bag. 10): Berilmu Jangan Lupa Beradab. Diakses pada 16 Mei 2022, dari https://muslim.or.id/59333-agar-aku-sukses-menuntut-ilmu-bag-10-berilmu-jangan-lupa-beradab.html



No comments: