Karya : Hanifah Ria Susanti (Pemenang Challange Workshop Kepenulisan)
Perjalanan manusia di permukaan bumi ini ibarat perjuangan yang tiada henti. Seperti terombang-ambing di atas samudra yang kadang kala badai menerpa. Namun tetap saja pilihan ada pada kita. Meneruskan perjalanan atau menyerah pada badai.
Perjalanan hidup memang penuh dengan pilihan. Apa pun alasan dan keadaannya manusia harus menentukan langkahnya. Maka dari situlah awal mula bagaimana jejak kita terbentuk.
Seperti itulah kehidupan, kita harus melalui berbagai ujian dan permasalahan hidup, yang terkadang kita menganggapnya buruk dan tidak baik untuk kita. Padahal dibalik itu semua, ada hikmah dan kebaikan untuk kita. Seperti Allah telah berfirman dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 216
كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَّكُمْ ۚ وَعَسٰٓى اَنْ تَكْرَهُوْا شَيْـًٔا وَّهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۚ وَعَسٰٓى اَنْ تُحِبُّوْا شَيْـًٔا وَّهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ وَاَنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ
Artinya: “Diwajibkan atas kamu berperang, padahal itu tidak menyenangkan bagimu. Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”
Salah satu cara untuk menentukan langkah adalah mengajak hati untuk berdamai dan ikut berpikir bersama jiwa. Mendahulukan keinginan Allah ta’ala menjadi hal terbaik untuk menjadi barometer kestabilan langkah kita
Ingatkah kawan, bahwa bumi yang kita singgahi ini hanya sementara saja? Yakinkah bilamana dunia yang kita pijak ini penuh dengan tipu daya? Lantas apa yang sebenarnya kita cari?
Sebagai seorang muslim kita harus percaya, bahwa seorang yang paling mencintai kita adalah Rasulullah Muhammad shalallahu alaihi wa sallam. Beliau telah membuktikan rasa cintanya kepada kita dengan sabdanya
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ
لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ مَنْ قَبْلَكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ، حَتَّى لَوْ سَلَكُوا جُحْرَ ضَبٍّ لَسَلَكْتُمُوهُ. قُلْنَا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى؟ قَالَ: فَمَنْ؟ [متفق عليه]
Kalian akan mengikuti kebiasaan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, hingga seandainya mereka menempuh (masuk) ke dalam lubang biawak kalian pasti akan mengikutinya.
Kami bertanya:
Wahai Rasulullah ﷺ, (apakah yang baginda maksud) orang-orang Yahudi dan Nashrani?
Beliau menjawab:
Siapa lagi (kalau bukan mereka). [Muttafaq alaih]
Pesan hadits yang disampaikan:
Kita dapat melihat bukti nyata dari sabda Rasulullah ﷺ di masa kita sekarang, banyak dari umat Muslim yang bangga saat mengikuti kebiasaan, pola hidup dan budaya barat. Ingatlah bahwa kehidupan di dunia ini sementara dan fana, dan bahwa kebahagiaan yang akan mereka rasakan dan anda rasakan jika mengikuti mereka hanyalah sementara.
Banggalah akan identitas kita sebagai seorang muslim dan jangan mencontoh orang-orang Nashrani dan Yahudi yang sibuk dengan urusan duniawi mereka.
Tantangan zaman seakan tak teruraikan lagi. Oleh sebab itu, sebagai pemuda muslim, kita harus selalu menjaga keteguhan hati dan mengenali hal apa saja yang membuat kita lemah.
Kaum kafir pun tak tinggal diam ketika semangat kita bersemi. Lalu apa saja sih sesuatu yang selama ini mereka gaungkan untuk melemahkan jiwa kita sebagai muslim?
1. Food and Drink
Sering kali ketika kita sedang makan di sebuah cafe ataupun restoran, kita melakukan selfie makanan tersebut. Siapa yang tidak pernah melakukan hal ini? Pasti jarang sekali diantara kita. Ingat guys, keadaan kita satu sama lain sangat beragam. Tanpa kita sadari bisa jadi kita telah menyakiti hati saudara kita yang mereka untuk makan saja harus berjuang siang dan malam. Budaya ini dibuat oleh musuh Islam untuk menjauhkan diri kita dari kepedulian terhadap sesama muslim dan sedikit demi sedikit hati kita akan ternodai.
2. Idol/fandom

Pemuda masa kini, siapa yang nggak paham dengan istilah ini. Hal ini diciptakan secara sengaja untuk mencari perhatian pada dunia. Bahkan tak sedikit dari saudara kita yang ikut terbius pada kesenangan mereka. Sehingga sebagian kita lupa bahwa Islam memiliki banyak figur yang lebih patut kita idolakan dengan tak diragukan lagi talentanya.
Merekalah, setampan Zaid bin Haritsah, setangguh Khalid bin Walid, setabah Ammar bin Yasir, setajir Utsman bin Affan, segagah Umar bin Khattab, dan semanis cinta Ali bin Abi Thalib dengan Fathimah binti Rasulullah shalallahu alaihi wasallam.
3. Trend fashion

2. Idol/fandom

Pemuda masa kini, siapa yang nggak paham dengan istilah ini. Hal ini diciptakan secara sengaja untuk mencari perhatian pada dunia. Bahkan tak sedikit dari saudara kita yang ikut terbius pada kesenangan mereka. Sehingga sebagian kita lupa bahwa Islam memiliki banyak figur yang lebih patut kita idolakan dengan tak diragukan lagi talentanya.
Merekalah, setampan Zaid bin Haritsah, setangguh Khalid bin Walid, setabah Ammar bin Yasir, setajir Utsman bin Affan, segagah Umar bin Khattab, dan semanis cinta Ali bin Abi Thalib dengan Fathimah binti Rasulullah shalallahu alaihi wasallam.
3. Trend fashion

Tak sedikit pakaian kita yang mengikuti trend fashion ala Eropa maupun Korea. Lantas apa sih tujuan kita berpakaian?
Pakaian bisa dijadikan sebagai simbol seseorang. Ketika seorang muslim kehilangan simbolnya, maka setan akan mudah menghasutnya untuk melakukan kemaksiatan yang lain. Maka simbol merupakan hal terpenting bagi seorang muslim. Nah, jadi apa sih tujuan kita berpakaian?
Style yang pantas dikenakan seorang muslim
Batasan aurat seorang wanita muslimah adalah seluruh tubuhnya kecuali wajah dan telapak tangan.
Sumber : https://images.app.goo.gl/LXWGUf2WpXYQtf1F9
Batasan aurat seorang laki-laki muslim adalah antara pusar dan lututnya.

Sumber : https://m.kumparan.com/amp/berita-hari-ini/adab-berpakaian-bagi-umat-muslim-sesuai-ajaran-agama-1v7KIxOk4KU
Berhati-hatilah dalam setiap tindakan yang kita ambil, semua pasti ada konsekuensi yang harus kita ambil. Tak perlu malu untuk menunjukkan siapa jati diri kita sesungguhnya, jika sikap kamuflase kita justru akan menjerumuskan diri pada penyesalan abadi.
HIDUP = PILIHAN
Ketika kita telah menentukan langkah dengan kebaikan, maka kebaikan pual yang akan kita tapak. Karena pangkal dari seluruh pola alur kehidupan adalah dari sebuah pilihan dan sekokoh tekad.
Sebagaimana Mush’ab bin Umair ketika beliau meneguhkan pilihannya untuk memeluk Islam.
Mush’ab adalah kisah tentang hidup yang terjun kecekikan kesukaran, tepat ketika dia melapangkan hati menerima kebenaran. Dia seorang pemuda tampan, anggun, berkulit lembut, penampilannya rapi, pakaiannya mewah berselera tinggi dan masyhur karena harumnya yang tercium dari jarak sekian. Tapi begitu dia mengikrarkan syahadat, ibu yang dulu menyayanginya memutuskan hubungan dan semua pemberian.
Kawan, kita berada pada zaman dimana semua seolah terlihat egois. Di saat kita berada dalam jalan kebenaran, seolah-olah kita menggenggam bara api yang begitu panas. Namun yakinlah, kita bisa bertahan. Allah ta’ala selalu bersama orang-orang yang memilih di jalan terbaik-Nya.
Mungkin sering kali keteguhan hati kita tergoyah seiring berjalannya keadaan. Maka dari itu sangat perlu bagi kita untuk senantiasa meminta kepada sang pembolak-balik hati manusia dengan doa-doa berikut,
“Ya Muqallibal qulubi tsabbit qalbi ‘ala dinika.”
Artinya: Wahai Dzat yang membolak-balikan hati, teguhkanlah hatiku berada di atas agamamu.
Ya Allah, tampakkanlah kepadaku kebenaran sebagai kebenaran dan kuatkanlah aku untuk mengikutinya serta tampakkanlah kepadaku kesalahan sebagai kesalahan dan kuatkan pula untuk menyingkirkannya.
Ya Allah tunjukilah aku jalan keluar yang benar dari perselisihan mereka, sesungguhnya Engkau Maha pemberi petunjuk kepada jalan yang lurus, bagi siapa yang Engkau kehendaki)
Wallahu A’lam bish Shawab, baarakallahu fiikum,
Referensi :
● Fillah, Salim A.2017.Sunnah Sedirham Surga.Yogyakarta: Pro u media.
● @tausiyahku_.2019.Innallaha Ma’ana.Jakarta Selatan: QultumMedia
● Hamka.2020.Pribadi Hebat.Depok: Gema insani
Pakaian bisa dijadikan sebagai simbol seseorang. Ketika seorang muslim kehilangan simbolnya, maka setan akan mudah menghasutnya untuk melakukan kemaksiatan yang lain. Maka simbol merupakan hal terpenting bagi seorang muslim. Nah, jadi apa sih tujuan kita berpakaian?
Style yang pantas dikenakan seorang muslim
Batasan aurat seorang wanita muslimah adalah seluruh tubuhnya kecuali wajah dan telapak tangan.
Sumber : https://images.app.goo.gl/LXWGUf2WpXYQtf1F9
Batasan aurat seorang laki-laki muslim adalah antara pusar dan lututnya.

Sumber : https://m.kumparan.com/amp/berita-hari-ini/adab-berpakaian-bagi-umat-muslim-sesuai-ajaran-agama-1v7KIxOk4KU
Berhati-hatilah dalam setiap tindakan yang kita ambil, semua pasti ada konsekuensi yang harus kita ambil. Tak perlu malu untuk menunjukkan siapa jati diri kita sesungguhnya, jika sikap kamuflase kita justru akan menjerumuskan diri pada penyesalan abadi.
HIDUP = PILIHAN
Ketika kita telah menentukan langkah dengan kebaikan, maka kebaikan pual yang akan kita tapak. Karena pangkal dari seluruh pola alur kehidupan adalah dari sebuah pilihan dan sekokoh tekad.
Sebagaimana Mush’ab bin Umair ketika beliau meneguhkan pilihannya untuk memeluk Islam.
Mush’ab adalah kisah tentang hidup yang terjun kecekikan kesukaran, tepat ketika dia melapangkan hati menerima kebenaran. Dia seorang pemuda tampan, anggun, berkulit lembut, penampilannya rapi, pakaiannya mewah berselera tinggi dan masyhur karena harumnya yang tercium dari jarak sekian. Tapi begitu dia mengikrarkan syahadat, ibu yang dulu menyayanginya memutuskan hubungan dan semua pemberian.
Kawan, kita berada pada zaman dimana semua seolah terlihat egois. Di saat kita berada dalam jalan kebenaran, seolah-olah kita menggenggam bara api yang begitu panas. Namun yakinlah, kita bisa bertahan. Allah ta’ala selalu bersama orang-orang yang memilih di jalan terbaik-Nya.
Mungkin sering kali keteguhan hati kita tergoyah seiring berjalannya keadaan. Maka dari itu sangat perlu bagi kita untuk senantiasa meminta kepada sang pembolak-balik hati manusia dengan doa-doa berikut,
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ
Artinya: Wahai Dzat yang membolak-balikan hati, teguhkanlah hatiku berada di atas agamamu.
،اللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا، وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ. ،وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلاً، وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ.
اللهم اهْدِنِي لِمَا اخْتُلِفَ فِيهِ مِنْ الْحَقِّ بِإِذْنِكَ إِنَّكَ تَهْدِي مَنْ تَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ .
Wallahu A’lam bish Shawab, baarakallahu fiikum,
Referensi :
● Fillah, Salim A.2017.Sunnah Sedirham Surga.Yogyakarta: Pro u media.
● @tausiyahku_.2019.Innallaha Ma’ana.Jakarta Selatan: QultumMedia
● Hamka.2020.Pribadi Hebat.Depok: Gema insani




No comments: