Bismillahirrohmanirohim
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, apa kabar teman-teman?
Semoga kita senantiasa dalam keadaan sehat walafiat dan selalu berada dalam lindungan-Nya. Aamiin..
Teman-teman di zaman sekarang ini kita sering mendengar tentang self love atau mengenal dan mencintai diri sendiri. Dalam islam pun ternyata memiliki pemaparannya sendiri dan termasuk hal penting. Lalu, bagaimana self love menurut islam?
Dalam Islam, mencintai diri adalah sesuatu yang mendalam, terkait dengan alam jiwa yang akan membawa kita pada rasa syukur dan kesadaran akan cinta kepada Allah Subhaanahu Wa Ta’ala. Sebelum cinta hendaknya terlebih dahulu kenal. Bagaimana cara mengenal diri sendiri?
Mengenal Diri
Yaitu dengan menerima segala kekurangan yang ada pada diri dan selalu mensyukuri kelebihan yang diberikan oleh Allah Subhaanahu Wa Ta’ala. Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah berkata, “Barangsiapa yang mengenal dirinya, niscaya ia akan sibuk memperbaiki diri dan tidak peduli dengan aib orang lain. Dan barangsiapa mengenali Rabbnya, niscaya ia akan sibuk beribadah kepada-Nya dan tidak peduli dengan hawa nafsunya.”(Al-Fawaid, hal. 80)
Dalam sebuah hadis Qudsi yang cukup terkenal di kalangan sufi menyebutkan, “Barangsiapa mengenal dirinya, maka dia akan mengenal Tuhannya.” (Yahya bin Muadz Ar-Razi)
Pengenalan diri seringkali dikaitkan dengan proses mawas diri dan muhasabah. Sangat sadar bahwa kita adalah manusia tidak sempurna yang memiliki batas dan jauh dari statement tidak melakukan kesalahan”. Maka kita sebagai manusia hendaknya selalu introspeksi diri dan berhati hati dalam bertindak. Jika seseorang melakukan kesalahan hendaknya dia sadar dan mengakui, menerima dan berusaha bangkit untuk terus memperbaikinya.
Dengan kata lain, ketika seseorang telah menyadari kelemahannya, di saat yang sama akan terbentuk pengetahuan bahwa Allah Subhaanahu Wa Ta’ala itu Maha Mulia, Maha Kaya, Maha Berkuasa, dan segalanya. Dengan demikian, seseorang akan lebih mudah mensyukuri setiap detail dari diri maupun kehidupannya.
Mencintai Diri
Setelah mengenal, baru kemudian kita mengembangkan rasa cinta kepada diri sendiri. Mencintai diri sendiri juga merupakan bentuk cinta kepada Allah Subhaanahu Wa Ta’ala. Logika sederhananya, jika kita tidak mencintai diri sendiri,berarti kita juga tidak mencintai Allah Subhaanahu Wa Ta’ala yang telah menciptakan kita.
Dari Abu Hamzah Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, pembantu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Salah seorang di antara kalian tidaklah beriman (dengan iman sempurna) sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Islam mengajak kita untuk self love dengan cara memperhatikan segala yang dibutuhkan guna mencapai keseimbangan dan menjadi manusia seutuhnya. Larangan menzalimi diri selaku manusia, dengan sendirinya merupakan perintah untuk menghargai dan mencintai diri. Adil pada semua mulai dari jasmani, rohani, spiritual, hingga emosional.
Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk mencintai diri sendiri adalah tidak memberikan penekanan yang berlebih kepada hati. Selalu merasa cukup dan bersyukur pada kemampuan yang dimiliki dan berhenti untuk membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Pada akhirnya, self love yaitu bertumbuh dan mengembangkan diri di bawah petunjuk Allah Subhaanahu Wa Ta’ala.
Allah Subhaanahu Wa Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an Surat Al-Maidah [5]: 87-88
Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian haramkan apa-apa yang baik yang telah Allah halalkan bagi kalian, dan jangan¬lah kalian melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepada kalian, dan bertakwalah kepada Allah yang kalian beriman kepada-Nya.” (QS. Al-Maidah:87-88)
Ayat tersebut respons terhadap tindakan beberapa sahabat Nabi yang menolak rizki kebaikan yang telah dikaruniakan oleh Allah Subhaanahu Wa Ta’ala. Mereka hendak mengisolasi diri dari nikmat dunia, dan menganggap bahwa hidup cukup dengan ibadah saja. Ayat tersebut merupakan peringatan agar kita bersikap adil pada diri sendiri dan tidak melampaui batas.
Sebab kita harus seimbang. Allah Subhaanahu Wa Ta’ala mempunyai hak atas diri kita, keluarga, demikian badan kita juga mesti dipenuhi hak-haknya. Manusia diciptakan bukan untuk membuat orang lain terkesan. Kita diciptakan untuk mempelajari diri, mengetahui Allah Subhaanahu Wa Ta’ala menyadari cinta-Nya, dan menyembah-Nya dengan sepenuh hati.
Oleh karena itu penting untuk mulai mencintai diri sendiri. Karena selain untuk melindungi diri, Islam pun mendorong setiap umat untuk yakin dengan kemampuan diri. Selalu bersyukur serta bertawakal kepada Allah Subhaanahu Wa Ta’ala.
Sumber referensi :
1. https://rumaysho.com/18775-hadits-arbain-13-mencintainya-seperti-mencintai-diri-sendiri.html
2. https://muslimah.or.id/14205-sibuk-introspeksi-diri-sendiri.html
3. https://www.uii.ac.id/mencintai-diri-sendiri-sebagai-bentuk-cinta-kepada-allah/
4. https://muslim.or.id/4391-kau-tak-kenal-dirimu-dan-tak-kenal-dirinya.html
5. https://arahmuslim.id/2022/02/17/1393/
Teman-teman di zaman sekarang ini kita sering mendengar tentang self love atau mengenal dan mencintai diri sendiri. Dalam islam pun ternyata memiliki pemaparannya sendiri dan termasuk hal penting. Lalu, bagaimana self love menurut islam?
Dalam Islam, mencintai diri adalah sesuatu yang mendalam, terkait dengan alam jiwa yang akan membawa kita pada rasa syukur dan kesadaran akan cinta kepada Allah Subhaanahu Wa Ta’ala. Sebelum cinta hendaknya terlebih dahulu kenal. Bagaimana cara mengenal diri sendiri?
Mengenal Diri
Yaitu dengan menerima segala kekurangan yang ada pada diri dan selalu mensyukuri kelebihan yang diberikan oleh Allah Subhaanahu Wa Ta’ala. Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah berkata, “Barangsiapa yang mengenal dirinya, niscaya ia akan sibuk memperbaiki diri dan tidak peduli dengan aib orang lain. Dan barangsiapa mengenali Rabbnya, niscaya ia akan sibuk beribadah kepada-Nya dan tidak peduli dengan hawa nafsunya.”(Al-Fawaid, hal. 80)
Dalam sebuah hadis Qudsi yang cukup terkenal di kalangan sufi menyebutkan, “Barangsiapa mengenal dirinya, maka dia akan mengenal Tuhannya.” (Yahya bin Muadz Ar-Razi)
Pengenalan diri seringkali dikaitkan dengan proses mawas diri dan muhasabah. Sangat sadar bahwa kita adalah manusia tidak sempurna yang memiliki batas dan jauh dari statement tidak melakukan kesalahan”. Maka kita sebagai manusia hendaknya selalu introspeksi diri dan berhati hati dalam bertindak. Jika seseorang melakukan kesalahan hendaknya dia sadar dan mengakui, menerima dan berusaha bangkit untuk terus memperbaikinya.
Dengan kata lain, ketika seseorang telah menyadari kelemahannya, di saat yang sama akan terbentuk pengetahuan bahwa Allah Subhaanahu Wa Ta’ala itu Maha Mulia, Maha Kaya, Maha Berkuasa, dan segalanya. Dengan demikian, seseorang akan lebih mudah mensyukuri setiap detail dari diri maupun kehidupannya.
Mencintai Diri
Setelah mengenal, baru kemudian kita mengembangkan rasa cinta kepada diri sendiri. Mencintai diri sendiri juga merupakan bentuk cinta kepada Allah Subhaanahu Wa Ta’ala. Logika sederhananya, jika kita tidak mencintai diri sendiri,berarti kita juga tidak mencintai Allah Subhaanahu Wa Ta’ala yang telah menciptakan kita.
Dari Abu Hamzah Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, pembantu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Salah seorang di antara kalian tidaklah beriman (dengan iman sempurna) sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Islam mengajak kita untuk self love dengan cara memperhatikan segala yang dibutuhkan guna mencapai keseimbangan dan menjadi manusia seutuhnya. Larangan menzalimi diri selaku manusia, dengan sendirinya merupakan perintah untuk menghargai dan mencintai diri. Adil pada semua mulai dari jasmani, rohani, spiritual, hingga emosional.
Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk mencintai diri sendiri adalah tidak memberikan penekanan yang berlebih kepada hati. Selalu merasa cukup dan bersyukur pada kemampuan yang dimiliki dan berhenti untuk membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Pada akhirnya, self love yaitu bertumbuh dan mengembangkan diri di bawah petunjuk Allah Subhaanahu Wa Ta’ala.
Allah Subhaanahu Wa Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an Surat Al-Maidah [5]: 87-88
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُحَرِّمُوا طَيِّبَاتِ مَا أَحَلَّ اللَّهُ لَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوا إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ (87) وَكُلُوا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ حَلَالًا طَيِّبًا وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي أَنْتُمْ بِهِ مُؤْمِنُونَ
(88)
Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian haramkan apa-apa yang baik yang telah Allah halalkan bagi kalian, dan jangan¬lah kalian melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepada kalian, dan bertakwalah kepada Allah yang kalian beriman kepada-Nya.” (QS. Al-Maidah:87-88)
Ayat tersebut respons terhadap tindakan beberapa sahabat Nabi yang menolak rizki kebaikan yang telah dikaruniakan oleh Allah Subhaanahu Wa Ta’ala. Mereka hendak mengisolasi diri dari nikmat dunia, dan menganggap bahwa hidup cukup dengan ibadah saja. Ayat tersebut merupakan peringatan agar kita bersikap adil pada diri sendiri dan tidak melampaui batas.
Sebab kita harus seimbang. Allah Subhaanahu Wa Ta’ala mempunyai hak atas diri kita, keluarga, demikian badan kita juga mesti dipenuhi hak-haknya. Manusia diciptakan bukan untuk membuat orang lain terkesan. Kita diciptakan untuk mempelajari diri, mengetahui Allah Subhaanahu Wa Ta’ala menyadari cinta-Nya, dan menyembah-Nya dengan sepenuh hati.
Oleh karena itu penting untuk mulai mencintai diri sendiri. Karena selain untuk melindungi diri, Islam pun mendorong setiap umat untuk yakin dengan kemampuan diri. Selalu bersyukur serta bertawakal kepada Allah Subhaanahu Wa Ta’ala.
Sumber referensi :
1. https://rumaysho.com/18775-hadits-arbain-13-mencintainya-seperti-mencintai-diri-sendiri.html
2. https://muslimah.or.id/14205-sibuk-introspeksi-diri-sendiri.html
3. https://www.uii.ac.id/mencintai-diri-sendiri-sebagai-bentuk-cinta-kepada-allah/
4. https://muslim.or.id/4391-kau-tak-kenal-dirimu-dan-tak-kenal-dirinya.html
5. https://arahmuslim.id/2022/02/17/1393/



No comments: