Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, apa
kabar ikhwan dan akhwat sekalian?
Semoga kita senantiasa dalam keadaan sehat
walafiat dan selalu berada dalam lindungan-Nya. Aamiin..
Ikhwan dan akhwat sekalian sebagai manusia biasa
pasti kesabaran yang kita punya sering diuji oleh cobaan maupun oleh
orang-orang terdekat kita. Lalu sebenarnya apakah sabar itu ada batasnya?
Syaikh Muhammad bin Shalih
Al ‘Utsaimin rahimahullah berkata,
“Sabar adalah meneguhkan diri dalam menjalankan ketaatan kepada Allah,
menahannya dari perbuatan maksiat kepada Allah, serta menjaganya dari perasaan
dan sikap marah dalam menghadapi takdir Allah….” (Syarh Tsalatsatul Ushul, hal.
24).
Dengan kata lain sabar yaitu
menahan diri dari hal-hal yang ingin dilakukan namun dilarang oleh syariat,
menahan diri dari emosi dan tidak mengeluh ketika sedang mengalami musibah.
Kedua hal tersebut adalah satu hal yang harus dilewati untuk berada dijalan Allah Ta’ala.
Hakikatnya, kesabaran itu tidak memiliki batas. Namun, kita adalah
orang-orang yang mempunyai keterbatasan dalam bersabar. Kesabaran itu tidak
terbatas karena Allah Ta’ala juga
memberikan pahala yang tidak terbatas kepada siapa saja yang mau dan mampu
bersabar.
Allah Ta’ala berfirman,
اِنَّمَا
يُوَفَّى الصّٰبِرُوْنَ اَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ
Artinya: “Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah
yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az-Zumar: 10).
Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan,
“Kedudukan sabar dalam iman laksana kepala bagi seluruh tubuh. Apabila kepala
sudah terpotong maka tidak ada lagi kehidupan di dalam tubuh.” (Al Fawa’id, hal. 95). Demikian pula,
ketika kesabaran itu hilang maka imanpun ikut hilang.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Barang
siapa yang menempa diri untuk sabar, maka Allah akan jadikan dia penyabar. Dan
tidaklah seorang diberikan suatu karunia yang lebih baik dan lebih luas
daripada kesabaran” (HR. Bukhari dan Muslim).
Ikhwan dan akhwat sekalian. Namun, sabar itu tidak hanya sabar ketika terkena
musibah saja. Terdapat tiga jenis kesabaran yaitu sabar dalam ketaatan kepada
Allah Ta’ala, sabar dalam menjahui
kemaksiataan, dan sabar dalam menerima takdir Allah Ta’ala.
1. Sabar
dalam Ketaatan kepada Allah Ta’ala
Yaitu bersabar dalam melakukan semua ketaatan kepada
Allah Ta’ala. Perlu diketahui bahwa
ketaatan itu sulit bagi jiwa seseorang. Terkadang ketaatan juga membuat kita
terasa malas dan lelah. Pada dasarnya ketaatan itu terdapat rasa berat dalam
jiwa dan raga sehingga butuh adanya kesabaran dan dipaksakan.
Allah Ta’ala
berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا
اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah
kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga dan bertakwalah kepada Allah, supaya
kamu beruntung.” (QS. Ali Imron [3] : 200).
Syaikh Ibnu
Utsaimin rahimahullah mengatakan bahwa dalam melakukan
ketaatan juga butuh kesabaran yang terus menerus dijaga karena:
(1) Ketaatan itu akan membebani seseorang dan mewajibkan
sesuatu pada jiwanya,
(2) Ketaatan itu terasa berat bagi jiwa, karena ketaatan
itu hampir sama dengan meninggalkan maksiat yaitu terasa berat bagi jiwa yang
selalu memerintahkan pada keburukan.
2. Sabar dalam Menjahui kemaksiatan
Jika ada seseorang yang sering mengajak kepada kejelekan,
hendaklah menahan diri dari perbuatan-perbuatan terlarang seperti menipu,
berdusta, berzina, minum minuman keras dan berbagai maksiat lainnya. Seseorang
harus menahan diri dan menjahui dari hal-hal semacam itu. Hal ini tentu saja
membutuhkan paksaan dari diri dan menahan diri dari hawa nafsu.
3. Sabar
Menerima Takdir Allah Ta’ala
Takdir Allah Ta’ala
tentu ada yang menyenangkan dan ada yang terasa pahit. Untuk takdir Allah Ta’ala yang menyenangkan, hendaknya
seseorang harus bersyukur. Sedangkan takdir Allah Ta’ala yang dirasa pahit misalnya seseorang sedang mendapat suatu
musibah, hendaknya seseorang tersebut sabar menahan dirinya jangan sampai
menampakkan kegelisanhannya pada ucapannya, hatinya, atau anggota badan. Dan
hendaknya tetap berfikir positif kepada
Allah Ta’ala atas apa yang telah
menimpanya.
Manfaat
Bersabar
Sabar adalah sikap menahan emosi, keinginan dan bertahan
dalam keadaan sulit tanpa mengeluh. Selain menenangkan pikiran ternyata sabar
dapat memberikan banyak manfaat, terutama dalam hal kesehatan mental. Berikut
beberapa manfaat dalam bersabar antara lain:
1. Mencegah Penyakit
Manfaat sabar dapat mencegah dari berbagai penyakit. Dari
hasil studi yang dirilis oleh (Journal of American Medical Association di tahun 2003),
menunjukkan bahwa orang yang memiliki banyak kesabaran dalam hidup memiliki
risiko lebih rendah terkena tekanan darah tinggi (hipertensi) bahkan penyakit
jantung dibandingkan mereka yang tidak.
Seseorang yang tidak sabar cenderung akan mudah emosi,
yang pada akhirnya memicu peningkatakm tekanan darah dan peningkatan denyut
jantung yang bisa menyebabkan seseorang terkena serangan jantung mendadak.
2. Menghindari Stres
Sesuatu yang dikerjakan secara terburu-buru hanya akan
menambah beban pikiran dan mengurangi hasil produktivitas yang kurang maksimal.
Akibatnya, muncullah rasa stres, yang mana dapat menimbulkan sejumlah penyakit,
bahkan tak jarang komplikasi yang mengancam nyawa. Maka hendaknya kita
mengerjakan sesuatu dengan tenang dan lebih fokus.
3. Mencegah kerusakan DNA
Sebuah studi yang dilakukan oleh tim peneliti dari
Singapura berhasil menemukan korelasi antara sifat sabar dengan kesehatan DNA,
dalam hal ini ialah struktur DNA terkecil yang berfungsi memproteksi DNA dari
kerusakan yang bernama telomere.
Dikatakan dalam penelitian tersebut bahwa orang yang tidak sabar memiliki
struktur telomere yang lebih pendek
ketimbang orang yang penyabar. Padahal, struktur telomere yang pendek menyebabkan seseorang rentan terhadap
kerusakan DNA, yang dapat menyebabkan kematian dini.
4. Hidup tenteram dan damai
Manfaat sabar lainnya adalah membuat hidup menjadi lebih
tenang dan damai. Seorang akademisi dari Pace University, Amerika Serikat,
Daniel Baugher, mengatakan jika sifat tidak sabar hanya akan menyebabkan rasa
gelisah, marah, bahkan tidak jarang membuat seseorang gemar memusuhi orang
lain. Sebaliknya, berperilaku sabar menjadikan hidup terasa ringan, tenteram,
dan damai karena Anda mampu melalui segalanya dengan penuh ketenangan sebagai
efek dari bersabar.
Adapula beberapa kendala yang dialami dalam menuju
kesabaran seperti tergesa-gesa, kemarahan dan putus asa adalah kendala terbesar
untuk bisa berlaku sabar.
Hal-hal
untuk Melatih Diri dan Memperkuat Kesabaran
- Selalu bersyukur atas segala sesuatu yang
telah dicapai dalam kehidupan.
- Mengimani bahwa dunia itu semuanya milik
Allah. Dia memberikan kepada siapa yang dikehendakinya dan tidak memberikan
kepada siapa yang dikehendakinya.
- Menjadi pribadi yang mudah memaafkan atas
kesalahan orang lain.
- Yakin
akan adanya jalan keluar. Allah menjadikan bahwa di dalam setiap kesulitan ada
kemudahan dan rahmat dari Allah Ta’ala.
- Tarik
nafas dalam-dalam ketika ingin marah. Ketika sudah mulai marah, coba untuk
bernapas dalam-dalam lalu bicara pada diri sendiri sesuatu yang positif
sehingga pikiran untuk marah dapat diredam. Tarik napas dalam-dalam sambil
menenangkan diri sendiri. Hindari konsumsi alkohol atau obat-obatan terlarang
yang dapat membuat kamu lebih impulsif dalam mengambil tindakan.
- Jangan mudah menyerah meskipun mengalami
banyak kegagalan.
- Memohon pertolongan kepada Allah Ta’la, berlindung di bawah naungan-Nya,
dan mencari bantuan- Nya.
Sabar
Bukan Berarti kita Lemah
Jika seseorang memilih untuk tetap bersabar, bukan
berarti dia lemah tak berdaya. Sebaliknya, sabar merupakan sumber kekuatan dan
dapat mendatangkan pertolongan dari Allah Ta’ala.
Allah
Ta’ala berfirman,
وَاسْتَعِينُواْ
بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلاَّ عَلَى الْخَاشِعِينَ
Artinya:
“Jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian
itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.” (QS. Al-Baqarah: 45).
Sabar Bukti Keimanan
Rasulullah shallallahu
‘alaihi wasallam bersabda,
عَجَبًا
ِلأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ لَهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَلِكَ ِلأَحَدٍ
إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ،
وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْراً لَهُ
Artinya: “Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin,
semua urusannya adalah baik baginya. Hal ini tidak didapatkan, kecuali pada
diri seorang mukmin. Apabila mendapatkan kesenangan, dia bersyukur, maka yang
demikian itu merupakan kebaikan baginya. Sebaliknya, apabila tertimpa
kesusahan, dia pun bersabar, maka yang demikian itu merupakan kebaikan
baginya.” (HR. Muslim).
Allah Ta’ala juga menerangkan bahwa kesabaran merupakan ciri orang beriman
dalam firman-Nya,
وَالصّٰبِرِيْنَ
فِى الْبَأْسَاۤءِ وَالضَّرَّاۤءِ وَحِيْنَ الْبَأْسِۗ اُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ
صَدَقُوْا ۗوَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُتَّقُوْنَ
Artinya: “Dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan,
penderitaan, dan dalam peperangan, mereka itulah orang-orang yang benar
(imannya), dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Baqarah : 177).
Sabar
Merupakan Anugerah
Rasulullah shallallahu
‘alaihi wasallam bersabda,
وَمَا
أُعْطِيَ أَحَدٌ مِنْ عَطَاءٍ خَيْرٌ وَأَوْسَعُ مِنَ الصَّبْرِ
Artinya: “Tidak ada sebuah anugerah yang lebih baik dan
lebih besar bagi seseorang daripada kesabaran.” (HR. Muslim).
Anugerah yang diberikan oleh Allah Ta’ala berupa berkah, rahmat, dan petunjuk-Nya. Hal ini sebagaimana
firman Allah Ta’ala,
أُولَٰئِكَ
عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِّن رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ
الْمُهْتَدُونَ
Artinya: “Mereka itulah orang-orang yang mendapatkan
berkah yang sempurna dan rahmat dari Rabb mereka (Allah), dan mereka itulah
orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al-Baqarah: 157).
Semoga Allah Ta'ala
menganugerahkan kepada kita kekuatan iman untuk bersabar menghadapi kesulitan,
hidup taat dan menjauhi maksiat. Dan semoga Allah membantu kita untuk
mengungkapkan rasa syukur kepada-Nya dengan hati, lisan dan anggota badan kita.
Allah Ta'ala berfirman,
وَإِذۡ
تَأَذَّنَ رَبُّكُمۡ لَٮِٕن شَڪَرۡتُمۡ لَأَزِيدَنَّكُمۡۖ وَلَٮِٕن ڪَفَرۡتُمۡ
إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ
Artinya: “Sungguh, jika kalian bersyukur pasti Aku
tambahkan nikmat kepada kalian. Akan tetapi jika kalian kufur, maka
sesungguhnya azab-Ku teramat pedih” (QS. Ibrahim: 7).
Wallahu
a’lam. Wa shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammadin wa ‘ala alihi wa sallam.
Walhamdulillahi Rabbil ‘alamin.
Sumber:
·
https://muslim.or.id/66285-pentingnya-sabar.html
·
https://konsultasisyariah.com/10371-batas-kesabaran.html
·
https://muslim.or.id/81860-kesabaran-yang-terbatas.html
·
https://muslimah.or.id/3724-sabar-itu-akan-selalu-indah.html
·
https://www.halodoc.com/artikel/dianggap-sepele-menahan-marah-pengaruhi-kesehatan-mental
·
https://muhammadiyah.or.id/sabar-sebagai-penolong/
·
http://bogor-kota.muhammadiyah.or.id/artikel-3-macam-sabar-menurut-ulama-detail-964.html
·
https://tabligh.id/belajar-untuk-sabar/
Comments